SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, dalam memprioritaskan keamanan siswa di SDN Sumberbulu, pihaknya meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperbaiki distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai tindak lanjut atas laporan distribusi yang dinilai belum optimal di SDN Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan.
Pasalnya, Satuan Tugas (Satgas) MBG Probolinggo terus berkomitmen dengan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) distribusi ompreng di setiap sekolah di Kabupaten Probolinggo. Namun, ada laporan jika di SDN Sumberbulu yang merupakan hasil penggabungan dua lembaga dengan total 239 siswa yang terbagi dalam dua gedung masih belum didistribusikan dengan aman dan nyaman.
Baca juga: Diduga Usai Santap Menu Sayur Berlendir MBG, Siswa SDN Mojokendil Nganjuk Keracunan
"Distribusi ompreng merupakan tanggung jawab penyedia, bukan siswa. Oleh karena itu, mulai hari ini pengantaran harus dilakukan langsung ke masing-masing lokasi gedung agar tidak membebani peserta didik,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi, Selasa (07/04/2026).
Pasalnya, sebanyak 159 siswa kelas 1 hingga 4 berada di gedung timur dan 80 siswa kelas 5 dan 6 menempati gedung barat di sekolah tersebut. Namun, untuk distribusi makanan hanya dilakukan di satu titik di gedung timur, sehingga membuat siswa dari gedung barat harus berjalan kaki menyeberang jalan untuk mengambil ompreng dengan pendampingan guru, sehingga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Baca juga: Dinkes Lamongan Temukan 96 Kasus DBD Sepanjang 2026, Tak Ada Korban Jiwa
"Distribusi dalam Program MBG harus mengutamakan aspek keamanan dan kenyamanan peserta didik," katanya.
Sjaiful meminta agar setiap keluhan yang muncul segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait, khususnya SPPG agar pelaksanaan program berjalan optimal. Selain itu, pihaknya juga berharap ke depan lebih ditingkatkan khususnya kualitas pelayanan SPPG dan menekankan makanan Program MBG wajib dikonsumsi di sekolah guna menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Baca juga: Dinilai Efektif, SPPG di Kota Malang Mulai Uji Coba Terapkan MBG Konsep 'Prasmanan'
Oleh karenanya, Pemkab Probolinggo berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan gizi siswa. Dan dari hasil monev, menurut dia, pihak SPPG menyatakan kesiapan untuk melakukan distribusi langsung ke dua titik gedung sekolah dan pihak sekolah diminta menyiapkan tempat yang bersih dan aman untuk penempatan ompreng serta tidak meletakkannya di lantai. pr-02/dsy
Editor : Redaksi