Dukung Upaya Pemulihan Ekosistem Konservasi, Wisata Gunung Bromo Ditutup Sepekan

surabayapagi.com
Ilustrasi. Wisata Bromo ditutup sepekan untuk pemulihan kawasan konservasi. SP/ PRB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka pemulihan ekosistem kawasan konservasi di kawasan wisata Gunung Bromo, kini Tengger Semeru (TNBTS) resmi ditutup selama sepekan mulai Senin (06/04/2026) pukul 09.00 WIB hingga Minggu (12/04/2026) pukul 10.00 WIB. Adanya penutupan sementara merupakan langkah penting untuk memberikan waktu bagi alam memulihkan diri dari aktivitas wisata yang berlangsung hampir setiap hari.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan penutupan sementara merupakan langkah penting untuk memberikan waktu bagi alam memulihkan diri dari aktivitas wisata yang berlangsung hampir setiap hari.

Baca juga: Sambut Malam 27 Ramadhan, Tradisi Unik ‘Bi-Bi’ Berebut Jajan-Angpau di Probolinggo Tampak Meriah

"Kalau yang ini memang untuk pemulihan ekosistem. Sebagai kawasan konservasi, kita tahu alam juga butuh waktu untuk beristirahat dan memulihkan dirinya. Seperti manusia atau alat, tidak mungkin digunakan terus-menerus 24 jam, pasti harus ada jeda," ujar Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, Selasa (07/04/2026).

Baca juga: Jelang Idul Fitri, Produksi Lokal Lampu Hias Pipa PVC di Probolinggo Tembus Pasar Mancanegara

Lebih lanjut, untuk pemulihan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan pembersihan kawasan, tetapi juga dengan memberikan waktu jeda bagi proses alami lingkungan. Sementara itu, terkait kebijakan penutupan kawasan sebenarnya pernah dilakukan dengan durasi yang lebih lama pada masa lalu, bahkan hingga satu bulan. Namun tradisi tersebut sempat terhenti sejak pandemi COVID-19 karena aktivitas wisata menurun drastis.

Emmy juga mengapresiasi budaya masyarakat di sekitar kawasan Bromo yang dinilainya masih menjunjung tinggi nilai kebersamaan, terutama di wilayah pedesaan. Namun demikian, ia juga menyoroti masih adanya wisatawan yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Baca juga: Air Terjun Guyangan, Wisata ‘Waterfall’ Eksotis dengan Ketinggian Air Terjun hingga 80 Meter

Perlu diketahui, selama masa penutupan, aktivitas yang dihentikan hanya kegiatan wisata, sementara kegiatan konservasi, pemeliharaan, dan pembersihan kawasan tetap berlangsung. Balai Besar TNBTS berharap kebijakan ini dapat meningkatkan kesadaran semua pihak akan pentingnya menjaga kelestarian alam demi keberlanjutan kawasan wisata Gunung Bromo di masa depan. pr-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru