SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Status Gunung Semeru masih berada di level tiga atau siaga pasca hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru mengakibatkan banjir lahar ke sejumlah daerah aliran sungai yang berhulu dari Gunung Semeru hingga menerjang Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur.
Diketahui, Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang ini merupakan salah sungai yang dialiri banjir lahar Gunung Semeru. Tak hanya itu, banjir lahar juga sempat terekam alat seismograf di Pos pengamatan Gunung Semeru dengan amplitudo maksimum 38 mm.
Baca juga: Diterjang Banjir Lahar Semeru, Warga Dusun Sumberlangsep Mengungsi ke Perbukitan
Menindaklanjuti hal tersebut, para petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Lumajang, menghimbau kepada warga yang berada di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi banjir lahar Gunung Semeru.
Baca juga: Terjunkan Baguna, Solidaritas PDI Perjuangan Jatim untuk Korban Erupsi Semeru
Selain itu, para penambang pasir dan batu juga diminta menghentikan aktivitas pertambang jika terjadi banjir lahar Gunung Semeru karena bisa membahayakan keselamatan.
"Bagi warga yang berada di sekitar bantaran sungai, himbauannya waspada saat terjadi banjir lahar. Selain itu bagi penambang agar menghentikan aktivitasnya saat terjadi banjir lahar," ujar Kabid Kedaruratan BPBD Kab. Lumajang, Yudhi Cahyono, Kamis (09/04/2026).
Baca juga: Tak Ada Akses Jembatan, Satu Dusun Terisolir Banjir Lahar Hujan Semeru
"Selain itu bagi penambang agar menghentikan aktivitasnya saat terjadi banjir lahar," pungkas Yudhi. ml-03/dsy
Editor : Redaksi