SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat turut mendorong program hilirisasi dan industrialisasi produk olahan jagung menjadi produk bernilai tinggi. Program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah, khususnya jagung, yang selama ini menjadi salah satu hasil pertanian terbesar di Kabupaten Madiun.
Kegiatan yang digelar di Kantor Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, juga turut dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto. Dalam sambutannya, Bupati Madiun menyampaikan bahwa hilirisasi merupakan strategi utama pembangunan ekonomi daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Tekankan Sinergi Stakeholder, Pemkab Madiun Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat
“Jagung tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi harus mampu diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti keripik jagung, sari jagung, cookies, hingga krupuk jagung. Inilah bentuk nyata penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal”, ujar Hari Wuryanto, Senin (13/04/2026).
Baca juga: Progres Sekolah Rakyat Madiun Capai 18 Persen, Wamen PU Dorong Percepatan demi Target Juli
Diketahui, berdasarkan data tahun 2025, realisasi panen jagung di Kabupaten Madiun mencapai 8.096 hektare, menjadikan jagung sebagai komoditas unggulan kedua setelah padi. Sehingga, dengan potensi tersebut, Pemkab berkomitmen mendukung pengembangan industri pengolahan agar mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, serta menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
Pemerintah Kabupaten Madiun juga menegaskan komitmennya melalui sejumlah fokus kebijakan, meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif, optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam, peningkatan daya saing produk industri, serta penyediaan infrastruktur publik yang ramah lingkungan.
Baca juga: Bupati Madiun Tekankan Skala Prioritas dan Penurunan Kemiskinan
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dunia industri, akademisi, dan para petani. Selain itu, Program ini juga selaras dengan kebijakan nasional dalam mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi berbasis desa. “Tujuan akhir kita adalah mewujudkan Kabupaten Madiun sebagai pusat agroindustri yang maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi”, jelasnya. md-01/dsy
Editor : Redaksi