SURABAYAPAGI.com, Jember - Baru-baru ini, salah seorang guru di Jember harus menempuh perjalanan sulit termasuk medan ekstrem di wilayah terpencil saat menjalankan tugas di wilayah Kecamatan Silo. Berangkat dari rumahnya di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, bahkan saat untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) data warga miskin kategori desil 1 yang menyasar 97 ribu jiwa yang berlangsung dari 19 hingga 24 April 2026.
Pasalnya, lewat program tersebut bertujuan memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Proses verval dilakukan dengan mendatangi langsung rumah warga yang terdata dalam kategori desil 1.
Baca juga: Gegara Masalah Asmara, Pria Nekat Panjat Tower di Sidoarjo Diduga Depresi
Tantangan tersebut yang juga dihadapi salah seorang guru SDN Wirolegi 03, bernama Devy Prilinda Mulya. Ia bahkan harus menempuh jarak kurang lebih 40 Kilometer dan dalam waktu kurang lebih 1 Jam 16 menit terasa menyenangkan, karena dilakukan bersama rekan-rekannya. Namun, tantangan mulai terasa saat memasuki lokasi yang dituju.
“Saya kira sudah sampai di lokasi, ternyata masih harus turun lagi sekitar 30 menit. Jalanannya rusak parah, motor saya bahkan sampai rusak di atas,” ujarnya saat dikonfirmasi usai pulang sekolah, Jumat (24/04/2026).
Baca juga: Heboh! Fenomena 'Waterspout' Pusaran Angin Tornado Gegerkan Warga Dekat Jembatan Suramadu
Untuk mencapai lokasi berikutnya di Desa Baban Tengah, Devy terpaksa menyewa bantuan warga setempat dengan mengganti biaya bahan bakar karena kendaraan yang digunakan tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan. Dan dalam pelaksanaan tugasnya, Devy melakukan verval terhadap lima warga yang tersebar di beberapa desa dan kecamatan, di antaranya Wirowongso, Pakusari, hingga Sumberjati.
Meski menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah dan medan yang tidak mudah, Novian menilai pelaksanaan verval tetap memberikan pengalaman bermakna. Ia juga mengajak ASN untuk tetap mendukung program tersebut. “Selama ini program bupati yang bermanfaat, kita jalankan dengan semangat,” tambahnya.
Baca juga: Resahkan Rusak Ekosistem, DLH Surabaya Tegaskan Populasi Ikan Sapu-sapu Masih Terkendali
Menanggapi proses Verval ini, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Jember, Achmad Helmi Lukman, menyampaikan bahwa pelaksanaan verval saat ini masih dalam tahap uji coba atau trial, sehingga berbagai kendala di lapangan akan menjadi bahan evaluasi ke depan. Tak lupa, pihaknya juga turut mengapresiasi dedikasi para ASN yang tetap menjalankan tugas meski menghadapi berbagai kesulitan di lapangan. jr-01/dsy
Editor : Redaksi