SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini netizen di media sosial (medsos) dibikin heran dan tak bisa berkata-kata pasca viralnya sebuah rumah dua lantai yang berada di sudut percabangan Jalan Bulak Cumpat Srono, Kecamatan Bulak, yang berdiri di atas lahan segitiga dengan bagian ujung hanya selebar 60 sentimeter.
Viralnya di media sosial tersebut bukanlah karena kemewahannya, melainkan bentuknya yang tak biasa. Bagaimana tidak, pada bagian terlebarnya, bangunan itu memiliki ukuran sekitar 5 meter, sementara panjang rumah mencapai 8 meter. Meski berdiri di atas lahan yang sangat sempit dan tidak lazim, rumah itu tetap dirancang fungsional untuk dihuni.
Bahkan, sebagian netizen menjuluki bangunan tersebut sebagai 'rumah setipis tisu'. Bentuknya yang runcing dan tipis membuat rumah itu tampak unik dan mencuri perhatian siapa pun yang melintas. Ternyata setelah ditelusuri, rumah unik tersebut milik Agus Sanjaya (43).
Agus menyebut jika di lantai satu terdapat dapur, kamar mandi, dan area parkir sepeda motor. Sementara di lantai dua terdapat kamar tidur serta balkon mungil yang bentuknya mengerucut menyerupai ujung kapal. Sedangkan untuk tinggi plafon tiap lantai sekitar 3 meter agar rumah tetap terasa lega dan sejuk.
Sementara itu, terkait ide membangun rumah unik tersebut muncul setelah dia berkunjung ke Thailand. Dari perjalanan itu, dia melihat banyak hunian berdiri di atas lahan sempit dengan bentuk yang tidak biasa dengan menyesuaikan kondisi tanah miliknya yang dibelinya seharga Rp80 juta, sedangkan biaya pembangunan rumah mencapai Rp100 juta.
“Tanah ini berwujud seperti wajik, segitiga. Saya berunding dengan warga yang biasa desain serta browsing internet ternyata ada banyak rumah seperti ini. Setelah ini jadi rumahnya ini seperti Titanic atau potongan kue,” ujar Agus, Kamis (16/07/2026).
Kini, rumah unik itu lebih sering menjadi objek foto warga maupun pengguna media sosial. Selain menarik perhatian karena bentuknya, rumah tersebut juga dikontrakkan oleh pemiliknya. Keberadaan rumah setipis tisu ini menjadi bukti bahwa kreativitas bisa mengubah keterbatasan lahan menjadi peluang yang unik dan bernilai. sb-05/dsy
Editor : Redaksi