Komitmen Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Sampang Bangun 19 Unit Rumah Layak Huni

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.com, Sampang - Sebagai bentuk komitmennya dalam menekan angka kemiskinan sekaligus melanjutkan program dari tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Permukiman (DLH-Perkim) tahun ini mengalokasikan anggaran dari APBD untuk membangun sebanyak 19 unit rumah layak huni (RLH) di wilayah itu.

"Kabupaten Sampang termasuk salah satu kabupaten di Pulau Madura dengan jumlah rumah tidak layak huni yang tergolong tinggi," ujar Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Permukiman pada DLH-Perkim Sampang Abdul Rokib, Senin (27/04/2026).

Baca juga: Terendah dalam 10 Tahun, Angka Kemiskinan di Jember Turun ke 8,01 Persen

Pasalnya, setiap tahun pemkab selalu mengalokasikan anggaran untuk melakukan perbaikan, sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Dan diketahui, dari 19 unit itu dua di antaranya karena bencana alam, sedangkan 17 lainnya merupakan perbaikan reguler. "Tahun ini kami mampu memperbaiki sebanyak 19 unit, sehingga kami mengalokasikan perbaikan sejumlah itu," katanya.

Baca juga: Imbas Bencana Alam, Pemkab Sumenep Usulkan Ratusan Sekolah Rusak Diperbaiki

Lebih lanjut, pihaknya nilai bantuan setiap unit sebesar Rp30 juta, sehingga total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp570 juta. Sedangkan untuk jumlah rumah warga di kabupaten ini sebanyak 249.380 unit, tersebar di 180 desa/kelurahan di 14 kecamatan se-Kabupaten Sampang.

"Saat ini pelaksanaannya sebagian sudah mulai, dan kami melibatkan TNI sebagai bentuk kerja sama pelaksanaan di lapangan," katanya.

Baca juga: Tekan Wabah PMK, Sampang Gencarkan Pemeriksaan Kesehatan Ternak Sapi Warga

Dan dari jumlah itu, sebanyak 9,34 persen atau sebanyak 25.703 unit masuk kategori rumah tidak tidak layak huni. Sehingga, diharapkan dengan adanya program bantuan pembangunan RTLH tahun ini lebih sedikit dibanding tahun 2025. Diketahui pada tahun lalu, Pemkab Sampang melakukan pembangunan RTLH sebanyak 20 unit rumah, sedangkan pada 2024 sebanyak 39 unit. sm-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru