Lewat Festival Pamelo 2026, Pemkab Magetan Gencarkan Promosi Jeruk Khas Ikon Daerah

surabayapagi.com
Kegiatan Festival Pamelo 2026 yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Magetan di Kabupaten Magetan. SP/ MGT

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dalam rangka mempromosikan komoditas buah jeruk besar khas atau ikon daerah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kali ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar Festival Pamelo 2026. Adanya festival tersebut juga merupakan komitmen Pemkab Magetan untuk mengembangkan jeruk pamelo dari hulu dan hilir, meningkatkan produktivitas pertanian dan pariwisata di Magetan.

Pasalnya, jeruk pamelo merupakan salah satu produk andalan daerah yang telah dikenal luas. Sehingga pengembangan komoditas tersebut terus diperluas ke berbagai wilayah, agar semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional.

Baca juga: Puluhan Bangunan SD - SMP Alami Rusak Berat, Pemkab Magetan Upayakan Bantuan Revitalisasi

"Magetan memiliki produk unggulan jeruk pamelo yang saat ini budidayanya tidak hanya di empat kecamatan, tetapi telah meluas di beberapa kecamatan, yakni Bendo, Takeran, Sukomoro, Kawedanan, Magetan, Parang, dan Nguntoronadi," ujar Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Rabu (29/04/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati Nanik juga mengajak petani jeruk pamelo untuk mengikuti tren yang ada, salah satunya dengan melek digital. "Kami mohon dukungan, agar melalui kegiatan ini pamelo Magetan semakin dikenal, baik di tingkat regional maupun nasional," katanya.

Baca juga: Dukung Efisiensi, Pemkab Magetan Terapkan Kebijakan WFH bagi ASN Tiap Jumat

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan Uswatul Chasannah mengatakan Festival Pamelo 2026 bertujuan untuk menjaga kelestarian tanaman buah khususnya jeruk pamelo.

"Serta meningkatkan semangat petani dalam pengembangan jeruk pamelo sebagai produk unggulan Magetan. Selain manfaat ekonomi, harapan kami juga diperoleh indukan bibit unggul untuk pengembangan kelestarian jeruk pamelo," kata Uswatul.

Baca juga: Antisipasi Kriminalitas Profesi, Pemkab Magetan Jamin Perlindungan Hukum Bagi Guru Jenjang TK - SMP

Lebih lanjut, Uswatul mengungkapkan bahwa saat ini budidaya pamelo di Magetan tersebar di enam kecamatan dengan total populasi mencapai sekitar 264.330 pohon. Sedangkan terkait produksi tahunan diperkirakan mencapai 170 ton, dengan produktivitas rata-rata 1,13 kuintal per pohon. mg-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru