Kebersihan TPS Jadi Prioritas, Pemkot Surabaya Minta Volume ngbin Dihitung Lebih Presisi

surabayapagi.com
Wali Kota Eri saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di TPS Prapen DKK Surabaya. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka penataan dan perbaikan sistem pengelolaan sampah di Kota Pahlawan yang terus dikebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan perhitungan kebutuhan volume tongbin atau bak sampah di setiap Tempat Penampungan Sementara (TPS) juga perlu perhatikan lebih presisi.

Pasalnya, penataan ini tidak hanya menyangkut jadwal pengangkutan sampah, tetapi juga perhitungan kebutuhan volume tongbin atau bak sampah di setiap Tempat Penampungan Sementara (TPS). Sehingga, kebersihan TPS harus menjadi prioritas, termasuk setelah proses pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Baca juga: Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh, Pemkot Surabaya: 189 Stan Disiapkan Lebih Tertata dan Berdaya Saing

"Alhamdulillah matur nuwun (terima kasih) yang seperti saya sampaikan setiap TPS itu harus bersih. Jadi setelah (sampah) diangkut ke (TPA), maka (TPS) disiram seperti ini, terus diberikan eco enzyme biar enggak bau. Ini sudah berjalan," ujar Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Rabu (29/04/2026).

Baca juga: Diduga Berkaitan Kenaikan Harga Plastik, DLH Kota Surabaya Lakukan Penertiban Pemulung yang Membludak di TPS

Selain memastikan kebersihan TPS, Pemkot juga ingin mengetahui kecukupan jumlah tongbin berdasarkan timbulan sampah dari dua kelurahan di wilayah setempat. "Saya ingin menghitung sampah yang ada di TPS ini (Prapen DKK). Karena di sini (menampung sampah) ada (dari) Kelurahan Margorejo sama Kelurahan Sidosermo," katanya.

Oleh karena itu, Wali Kota Eri Cahyadi menekankan pentingnya perencanaan dalam pengelolaan sampah agar kebijakan yang diambil tepat sasaran. Ia juga menegaskan bahwa tidak boleh ada kelebihan muatan sampah maupun tongbin yang terbuka akibat kapasitas yang tidak mencukupi. Karena itu, perhitungan harus dilakukan secara menyeluruh.

Baca juga: Pemkot Surabaya Fokus Perkuat Efisiensi Anggaran dan Inovasi Digital di Hari Otoda 2026

Sementara itu, untuk tingkat Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Wali Kota Eri meminta perhitungan dilakukan lebih detail. Bahkan, perhitungan dilakukan hingga ke operasional armada truk pengangkut sampah. Sedangkan untuk sistem pemantauan operasional armada truk sampah dari TPS ke TPA dilakukan secara real time dengan memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS). Sehingga, Wali Kota Eri dapat memantau waktu tempuh serta efektivitas operasional armada pengangkut sampah secara lebih akurat. sb-05/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru