SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, menjadi momentum pedagang sapi kurban meraih pundi-pundi cuan. Tampak di Pasar Keppo, aktivitas jual beli sapi di Pamekasan mulai meningkat. Bahkan, sejumlah pasar hewan dipadati pedagang dan pembeli yang mulai berburu hewan kurban lebih awal.
Transaksi di pasar tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya, seiring bertambahnya permintaan dari masyarakat. Para pedagang menyebut, pembeli tidak hanya datang untuk melihat-lihat, tetapi juga sudah mulai melakukan pemesanan sapi kurban.
Baca juga: Terjunkan 60 Petugas, Pemkab Sampang Beri Edukasi dan Perketat Awasi Kesehatan Hewan Kurban
"Sekarang sudah mulai ramai. Banyak pembeli datang untuk survei, bahkan ada yang langsung pesan," ujar salah satu pedagang sapi di pasar tersebut, Senin (04/05/2026).
Baca juga: Mulai Banyak Diminati, 73 Sapi Sudah Terdaftar di Layanan Kurban RPH Surabaya
Meningkatnya permintaan berdampak pada harga sapi yang mulai merangkak naik. Untuk sapi ukuran sedang, harga berkisar Rp 22 juta hingga Rp 28 juta per ekor. Sedangkan sapi berukuran besar, terutama jenis unggulan seperti simmental dan limosin, bisa mencapai Rp 30 juta hingga Rp 35 juta.
Lebih lanjut, peternak menyebut, kenaikan harga ini merupakan tren tahunan menjelang Idul Adha. Selain faktor permintaan, biaya pakan dan distribusi juga turut mempengaruhi harga di tingkat peternak. Di sisi lain, kondisi kesehatan ternak dilaporkan relatif stabil. Pasokan sapi dinilai lebih aman setelah sebelumnya sempat terdampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Baca juga: Jelang Idul Adha, Disnakan Bojonegoro Gencarkan Cek Kesehatan Hewan Kurban
Sehingga, pemerintah daerah melalui dinas terkait juga melakukan pemantauan untuk memastikan ketersediaan stok dan kesehatan hewan kurban tetap terjaga. Sementara itu, para pedagang memperkirakan puncak keramaian pasar sapi akan terjadi dalam dua hingga tiga minggu menjelang Idul Adha, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan lembaga keagamaan. pm-01/dsy
Editor : Redaksi