Jelang Idul Adha, Harga Sapi Kurban di Kota Madiun Naik Tembus Rp80 Juta per Ekor

surabayapagi.com
Ilustrasi. Peternakan sapi yang siap jual menjelang Hari Raya Idul Adha. SP/ MGT

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menjelang Hari Raya Idul Adha yang tinggal beberapa pekan lagi, harga sapi kurban di Kota Madiun mulai mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Adha. Meningkatnya harga sapi kurban tersebut dipicu tingginya permintaan masyarakat membuat harga ternak sapi di pasaran terus merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir. Untuk kenaikan harga terjadi secara bertahap seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk berkurban.

Selain itu, kenaikan harga sapi juga dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari berat badan, jenis, usia, hingga kondisi kesehatan ternak, dengan rata-rata berada di kisaran Rp 23,5 juta hingga Rp 24,5 juta per ekor. Sedangkan untuk sapi ukuran besar, harga saat ini bahkan bisa mencapai Rp 45 juta hingga Rp 80 juta per ekor. Sedangkan sapi ukuran sedang atau pedetan dibanderol mulai belasan juta rupiah.

Baca juga: Stok Melonjak Jelang Idul Adha, Harga Kambing di Magetan Justru Anjlok hingga Rp500 Ribu

“Yang naik memang sapi yang memenuhi syarat untuk kurban karena momentumnya kebutuhan Idul Adha,” ujar Pemilik Peternakan Sapi Qurban Tapoz Kota Madiun, Samsi, Senin (11/05/2026).

Baca juga: Juleha di Madiun Gelar Pelatihan, Bekali Teknik Penyembelihan Sesuai Syariat Jelang Idul Adha

Lebih lanjut, pihaknya juga memperkirakan harga sapi masih berpotensi mengalami kenaikan dalam sepekan hingga 10 hari menjelang Idul Adha. Mayoritas pembeli berasal dari kelompok arisan kurban maupun masjid yang mulai mempersiapkan hewan kurban lebih awal.

“Paling banyak dicari kisaran Rp 23 juta sampai Rp 25 juta per ekor,” jelasnya.

Baca juga: Harga Terjun Bebas, Peternak Magetan Gelar Aksi Protes Bagi-bagi 3 Ton Telur Gratis ke Jalanan

Harga tersebut sudah termasuk biaya perawatan dan pakan hingga hari penyembelihan. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, pihak peternakan mendatangkan sapi dari sejumlah daerah seperti Plaosan, Gorang-Gareng, Ngawi, hingga Nganjuk. Meski permintaan meningkat, pihak peternakan memastikan kondisi kesehatan ternak tetap menjadi prioritas. Pemantauan kesehatan dilakukan rutin dengan berkoordinasi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. “Kalau ada sapi terlihat kurang sehat langsung kami koordinasikan untuk dicek,” pungkasnya. mg-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru