Pesawat Tempur Rafale, Rp1,63 triliun Diserahkan ke TNI

Reporter : Redaksi


SURABAYAPAGI : Presiden Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah pesawat tempur dilengkapi persenjataan ke TNI untuk memperkuat alusista Indonesia khususnya dalam mobilitas udara strategis nasional. Adapun yang diserahkan yakni 6 pesawat Rafale, 4 Falcon 8X, hingga 1 Airbus A400M Atlas MRTT.
            Pelepasan tirai secara simbolis ini menandai pengukuhan sejumlah alutsista tersebut sebagai bagian dari kekuatan udara strategis Indonesia. Selanjutnya, Prabowo melakukan prosesi penyiraman air bunga ke bagian moncong pesawat Rafale.
            Rangkaian prosesi penyerahan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kunci pesawat secara simbolis oleh Prabowo kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Setelahnya, Panglima TNI menyerahkan kunci Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
            Selain pesawat tempur, diserahkan juga persenjataan Radar GCI GM403, serta Rudal Air to Air Beyond Visual Range (BVR) Meteor dan Smart Weapon AASM Hammer yang merupakan bagian dari Rafale. Usai penyerahan kunci, Prabowo meninjau sejumlah alutsista di lokasi. Prabowo memulai peninjauan ke cockpit Rafale, smart weapon hammer dan missile meteor. Kegiatan kemudian dilakukan dengan peninjauan Radar GCI GM403.
            Presiden Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah alutsista hingga misil ke TNI. Ia mengatakan penyerahan ini merupakan tonggak penambahan kekuatan nasional RI.
            "Jadi ya, kita menerima secara resmi dengan adat kita, penambahan alutsista untuk angkatan udara kita. Kita menerima enam, pesawat tempur ya, Rafale, dan pesawat angkut, Falcon, pesawat angkut VIP, dan A400. Ada radar juga," kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/6/2026).
            Prabowo bicara perlunya peningkatan kekuatan pertahanan nasional RI. Menurutnya, peningkatan kekuatan militer ini sebagai bentuk penangkal atau deterrent agar Indonesia mampu melindungi wilayahnya sendiri dari berbagai potensi ancaman.
            "Jadi, Saudara-saudara, ini hanya saya kira salah satu tonggak penambahan kekuatan. Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri," ujarnya.
            Ia menilai pertahanan menjadi syarat utama terciptanya stabilitas nasional. Oleh karena itu, pemerintah akan terus membangun dan memperkuat kemampuan pertahanan di masa mendatang.
Diketahui, pesawat tersebut merupakan buatan Prancis, termasuk Rafale. Indonesia tercatat sebagai salah satu pelanggan pesawat tempur jenis Rafale yang diproduksi Prancis.
            Tercatat Kementerian Pertahanan telah memborong sebanyak 42 jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation Prancis setelah kontrak pembelian tahap ketiga untuk 18 unit terakhir efektif.
Rafale merupakan pesawat tempur canggih generasi 4.5 yang menjadi salah satu pesawat andalan negara – negara anggota NATO. Rafale termasuk dalam kategori pesawat omnirole sehingga mampu melakukan berbagai jenis misi mulai dari superioritas udara dan pertahanan udara, dukungan udara jarak dekat, serangan in-depth, pengintaian udara, dan serangan anti-kapal.

 

Dikutip dari CNBC Indonesia


21 February 2026, Jet Tempur Rafale yang dibeli oleh Indonesia ternyata lebih murah dibandingkan yang akan dibeli oleh India.
Sebagai informasi, jet tempur Rafale produksi Dassault Aviation asal Prancis yang dinanti-nanti Indonesia telah tiba di Tanah Air sejak pertengahan Januari 2026. Pada gelombang pengiriman pertama, Indonesia menerima 3 unit yang kemudian ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Pesawat tempur generasi 4,5 ini juga disebut telah memasuki tahap serah terima dan sudah mulai dioperasikan oleh TNI AU.

Kelebihan Rafale


Kelebihan Rafale adalah kompatibilitasnya dengan berbagai macam persenjataan seperti rudal udara-ke-udara jarak jauh “Beyond Visual Range” (BVR) METEOR dan MICA. Berbagai jenis persenjataan lain juga bisa dipasang pada pesawat tempur Rafale seperti rudal stand-off jarak jauh SCALP, rudal anti-kapal AM39 EXOCET, bom berpemandu laser, bom klasik tanpa pemandu dan meriam internal NEXTER 30M791 30 mm yang mampu memuntahkan 2500 peluru/menit.
            Kedatangan pesawat tempur Rafale beserta persenjataan dan perangkat pendukungnya dalam beberapa tahun mendatang diharapkan akan meningkatkan kekuatan dan kesiapan TNI AU secara signifikan dalam menjaga kedaulatan negara di udara.
Harga jet tempur Dassault Rafale bervariasi bergantung pada spesifikasi kontrak, namun diperkirakan berkisar antara ($115 juta (sekitar Rp1,63 triliun) hingga ($192,8 juta (sekitar Rp2,99 triliun) per unitnya.
Untuk Indonesia, total biaya pengadaan 42 unit pesawat Rafale beserta persenjataan dan pelatihannya bernilai sekitar setara dengan Rp134 triliun).
Detail Harga Rafale:
Per Unit (Berdasarkan kontrak RI): Diperkirakan sekitar Rp1,63 triliun hingga Rp2,99 triliun, bergantung pada kelengkapan paket yang dibeli. n jk, cnbc, rmc

 

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru