Terancam Molor, Progres Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Jombang Masih 57 Persen

surabayapagi.com
Kondisi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 Jombang di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menindaklanjuti program dari Pemerintah Pusat terkait percepatan Sekolah Rakyat (SR) di wilayah Indonesia, saat ini justru pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 Jombang di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, terancam molor menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027. 

Diketahui, hingga pertengahan Mei 2026, progres pembangunan dilaporkan baru mencapai sekitar 57 persen, sementara gedung ditargetkan sudah dapat digunakan saat tahun ajaran baru dimulai. Dan saat ini, Pemkab Jombang mulai menyiapkan langkah antisipasi apabila pembangunan gedung belum rampung tepat waktu.

Baca juga: Perkuat Akses Pendidikan, Pembangunan Sekolah Rakyat di Ponorogo Mulai Oktober 2026

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, mengatakan pihaknya telah mengikuti pertemuan bersama Bupati Jombang dan Kementerian Sosial guna membahas perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat tersebut. Dalam pertemuan itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul disebut tetap optimistis proyek dapat selesai sesuai target.

“Kalau pembangunan SR permanen kami kurang memahami detail penyelesaiannya karena itu menjadi ranah Kementerian PU dan Kemensos. Tetapi saat pertemuan di Kemensos kemarin, Gus Ipul menjamin pembangunan selesai tepat saat dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027,” ujarnya, Selasa (19/05/2026).

Baca juga: Pemkab Dorong Penataan Berkelanjutan, Alun-alun Jombang Bersih dari PKL Liar

Meski demikian, Dinas Sosial Jombang tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila proses pembangunan mengalami keterlambatan. “Besok kami akan rapat dengan OPD terkait untuk menyikapi hal tersebut,” katanya.

Diketahui, pembangunan Gedung Sekolah Rakyat mulai dilakukan sejak tahun 2025 dan hingga kini proses pengerjaan masih terus berlangsung. Pembangunan gedung baru di kawasan eks Terminal Barang, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, merupakan bagian dari program Kementerian PUPR.

Baca juga: Pemkab Jombang Anggarkan Rp18 Miliar Seragam Gratis, Ada Tambahan 1 Setel Seragam Pramuka

Sehingga, sambil menunggu pembangunan rampung, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang masih dipusatkan di gedung sementara SR SKB Mojoagung, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung. Saat ini, jumlah peserta didik yang mengikuti pembelajaran di lokasi sementara tersebut mencapai sekitar 100 siswa. jb-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru