SURABAYA PAGI, Ponorogo-Bencana tanah longsor melanda dua kecamatan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Rabu (20/5/2026) subuh, yang menyebabkan dua rumah warga mengalami kerusakan cukup parah pada bagian dinding dan samping bangunan.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, menimpa rumah milik Sugiyanto, warga Dukuh Bukul RT 01 RW 01, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Material longsoran tebing langsung menerjang bagian samping rumah korban, dengan total kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 15.000.000.
Merespons kejadian tersebut, aparat gabungan dari Koramil Slahung, Babinsa Desa Wates Sertu Arifin, Polsek Slahung, serta Camat dan Kepala Desa Wates beserta perangkatnya langsung bergerak cepat bersama warga setempat untuk melakukan kerja bakti massal sejak pagi hari.
"Kami turut prihatin atas kejadian bencana tanah longsor yang menimpa rumah milik Bapak Sugiyanto. Dan hari ini kami bersama semua elemen masyarakat bergotong royong bahu-membahu mengangkat longsoran tanah hingga selesai," ujarnya
Baca juga: Obok-Obok Dinkes Ponorogo 8 Jam, KPK Amankan 3 Koper Barang Bukti dan Flashdisk
Berkat kekompakan dan kerja sama taktis antara TNI, Polri, unsur pemerintah, dan masyarakat, seluruh material tanah yang menimbun rumah Sugiyanto akhirnya berhasil diangkat dan disingkirkan dengan cepat.
Baca juga: Sidang Tipikor Ponorogo, Admin Bongkar Trik Atur Proyek RSUD Tanpa Kompetitor
Hampir bersamaan dengan kejadian di Slahung, nasib malang juga dialami oleh Jaman, warga Dukuh Kedung, Desa Baosan Kidul, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Sekitar pukul 04.30 WIB, tebing di sekitar pemukiman tersebut longsor dan menghantam rumah Jaman hingga mengakibatkan tembok bagian samping rumahnya ambrol seketika.
Sama halnya dengan penanganan di lokasi pertama, aparat dari Koramil Ngrayun langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan wilayah. Personel TNI bersama dengan masyarakat dan unsur terkait setempat langsung bergotong royong membersihkan sisa-sisa tanah yang menjebol tembok rumah warga tersebut agar kondisi bangunan dapat segera dipulihkan. roh
Editor : Redaksi