Puluhan Hewan Kurban Terpapar Flu dan Pilek, DPKP Surabaya Gencarkan Pemeriksaan

surabayapagi.com
Ilustrasi. Peternakan kambing di Surabaya saat dilakukan sidak kesehatan jelang Idul Adha. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPKP) mencatat sebanyak puluhan hewan kurban milik pedagang di bursa hewan kurban kawasan Insinyur Soekarno, Surabaya, terserang flu dan pilek. Sehingga, kini pihaknya tengah gencar melakukan pemeriksaan kesehatan pada sejumlah hewan kurban di kawasan Kota Pahlawan tersebut.

Pemeriksaan ini juga dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), serta memastikan hewan kurban layak jual dan layak sembelih. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan dokumen, asal usul hewan, hingga surat izin penjualan.

Baca juga: RPH Surabaya Fokus Layani Pemotongan Sapi Kurban dengan Tarif Baru

Secara fisik, petugas memeriksa kondisi gigi, mulut, kaki, dan mendeteksi risiko penyakit mulut dan kuku (PMK) serta gangguan kesehatan lainnya. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah hewan mengalami gangguan pernapasan seperti flu dan pilek. Hewan yang terindikasi sakit langsung di karantina dan diberikan pengobatan agar kondisinya segera pulih menjelang Idul Adha.

Baca juga: Masuk Awal Kemarau, Surabaya Masih Berpotensi Hujan saat Sore-Malam

“Banyak yang mengalami flu dan pilek karena perbedaan cuaca. Untuk hewan yang terserang flu, kami beri obat dan vitamin agar cepat sembuh. Hewan kurban yang sakit flu kami minta pedagang untuk mengkarantina dulu biar tidak menular ke yang lainnya. Kalau sudah sehat bisa dijual,” ungkap drh. Palupi, salah satu petugas kesehatan hewan, Kamis (28/05/2026).

Lebih lanjut, petugas memastikan, pemeriksaan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat saat membeli hewan kurban, sekaligus menekan risiko penyebaran penyakit hewan menular. Sementara itu, pedagang hewan kurban menyambut baik pemeriksaan tersebut. Mereka merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan hewan kurban ini.

Baca juga: Hewan Kurban Diperiksa Ketat, DKPP Madiun Antisipasi Wabah PMK dan Demam Tiga Hari

Sementara itu, hewan kurban yang sakit dikarantina agar tak menular ke hewan kurban lainnya. Hewan diberi obat dan vitamin agar lekas sembuh dan layak dijual. Pemeriksaan kesehatan pada hewan kurban ini akan terus dilakukan hingga sehari menjelang Idul Adha 2026. sb-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru