SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dalam rangka siap menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Tulungagung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mulai menyiapkan langkah antisipasi dengan menyiapkan puluhan tandon air bersih untuk wilayah rawan.
Saat ini, BPBD telah memetakan sedikitnya 20 desa di sembilan kecamatan yang berpotensi mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau, yang mayoritas berada di kawasan perbukitan dan pegunungan selatan, meliputi Kecamatan Campurdarat, Besuki, Tanggunggunung, Pucanglaban, Kalidawir, Bandung, Gondang, Rejotangan, dan Pagerwojo.
Baca juga: Terdampak Kekeringan, Pemkab Kediri Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Desa Surat
"Belum ada laporan kekeringan, tetapi lokasi-lokasi rawan sudah kami petakan sebagai langkah antisipasi," jelas Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung Sudarmadji di Tulungagung, Rabu (03/06/2026).
Baca juga: Kekeringan Semakin Parah di Ponorogo, TNI Droping Air di Wilayah Krisis Air Bersih
Sehingga, untuk mengantisipasi dampak kekeringan, BPBD menyiapkan 50 tandon air berkapasitas hingga 1.200 liter per unit yang akan didistribusikan ke desa-desa terdampak. Dan untuk distribusian penyaluran tandon dan bantuan air bersih akan dilakukan berdasarkan permohonan dari pemerintah desa ketika kebutuhan mulai muncul di lapangan.
"Jika ada desa yang membutuhkan, kami siap mengirimkan tandon sekaligus melakukan dropping air bersih," ujarnya.
Baca juga: Terdampak Kekeringan, Trenggalek Distribusikan 2,5 Juta Liter Air ke 52 Desa
Lebih lanjut, BPBD juga membuka kemungkinan penambahan sarana penampungan air apabila kebutuhan di lapangan meningkat selama musim kemarau. "Kalau stok tandon yang ada tidak mencukupi, kami akan melakukan pengadaan tambahan atau mengusulkan bantuan ke BPBD Provinsi Jawa Timur," kata Sudarmadji. tl-01/dsy
Editor : Redaksi