Sambut 1 Suro, 32 Seniman Lukis Pusaka Nusantara di Balai Pemuda Surabaya

surabayapagi.com

SurabayaPagi, Surabaya – Puluhan seniman dari berbagai daerah di Jawa Timur menggelar aksi melukis langsung (on the spot) bertema pusaka Nusantara dalam kegiatan bertajuk “Pusakaku Terlukis di Kanvasku” di pelataran Balai Pemuda Surabaya, Senin (15/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian tradisi Mapak Suro atau penyambutan datangnya 1 Suro dalam penanggalan Jawa.

Sebanyak 32 pelukis dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan sejumlah daerah lain terlibat, dengan menghadirkan lukisan bertema keris dan pusaka sebagai objek utama.

Acara tersebut merupakan kolaborasi Seniman Surabaya Berbudaya (SSB), Pasopati Cakra Nusantara, dan Garis Gathuk sebagai upaya mengangkat nilai budaya melalui medium seni rupa.

Ketua Umum Yayasan Pasopati Cakra Nusantara, Ki Bagus Mpu Batu, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berkesenian, tetapi juga sarana mengenalkan tradisi kepada masyarakat.

“Mapak Suro berarti menjemput datangnya bulan Suro. Biasanya diisi dengan berbagai kegiatan seperti jamasan, ruwatan, hingga kirab pusaka,” ujarnya.

Ia menambahkan, perpaduan antara seni dan budaya menjadi strategi efektif dalam menjaga warisan leluhur agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

“Kami ingin menghadirkan pendekatan baru dengan memadukan seni lukis dan nilai budaya. Melalui kegiatan ini, para seniman diajak mengabadikan pusaka dalam karya visual,” katanya.

Menurut Ki Bagus, kegiatan melukis pusaka secara langsung ini menjadi yang pertama digelar dalam rangka menyambut bulan Suro.

Para pelukis diberi kebebasan mengeksplorasi berbagai bentuk, motif, serta filosofi keris Nusantara tanpa batasan jenis tertentu.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya pelestarian budaya.

Salah satu pelukis dari Garis Gathuk Surabaya, Budi Bi, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berekspresi, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat.

“Pengunjung bisa melihat langsung proses melukis dari awal hingga selesai. Ini menjadi pengalaman yang menarik sekaligus edukatif,” ujarnya.

Menurutnya, seni lukis dapat menjadi media efektif untuk mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda, khususnya terkait pusaka sebagai warisan leluhur.

“Kami berharap melalui karya ini, masyarakat semakin mengenal dan mencintai budaya Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru