Pasuruan Gelar Tahlilan di Jalan, Wujud Simpati Banyak Kecelakaan di JLS

surabayapagi.com
Sejumlah warga melakukan aksi unjuk rasa di Jalur Lingkar Selatan (JLS) Kota Pasuruan. SP/ PSR

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Sebagai wujud simpati atas banyaknya kecelakaan yang merenggut nyawa di Jalur Lingkar Selatan (JLS) Kota Pasuruan, sejumlah warga melakukan aksi unjuk rasa. Sebagian berjalan dengan menenteng poster dan spanduk. Mereka menutup jalan di Pertigaan Bukir, Kelurahan Randusari, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Poster dan spanduk bertuliskan sejumlah aspirasi. Di antaranya, "Wali Kota Pasuruan dan Wakilnya, Jangan Pura-pura Buta Rakyatmu Jadi Korban Kecelakaan", "Harus Berapa Lagi yang Mati di Jalur Maut Ini", "Kami Warga Kota Pasuruan Mengucapkan Belasungkawa Atas Korban Kecelakaan di Jalur Maut Ini".

Baca juga: Momen Istimewa, Taman Safari Prigen Kenalkan 4 Anak Harimau Sumatera

"Aksi damai ini protes kejadian selama beberapa bulan ini. Kami menyuarakan jeritan korban meninggal dunia kecelakaan maut ini, 9 orang. Pemerintah jangan pura-pura tidak mendengar, jangan pura tidak melihat," kata Koordinator Aksi, Ayi Suhaya, Kamis (18/06/2026).

Baca juga: Jelang Idul Adha, DKP3 Perketat Kesehatan Hewan Kurban Aman di Sejumlah Lapak Pasuruan

Selain aksi unjuk rasa, setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan tahlil di lokasi untuk para korban meninggal karena kecelakaan. Para pengunjuk rasa duduk di tengah jalan dan menabur bunga.

Baca juga: Fasilitasi Mobilitas Warga, Pembangunan Jembatan Bokwedi Ditarget Tuntas September 2026

Diketahui, adanya aksi unjukrasa ini menyebabkan kemacetan horor di JLS. Padahal JLS merupakan jalur utama kendaraan besar dari arah Probolinggo, dan saat ini juga menjadi jalur utama kendaraan besar dari arah Surabaya karena perbaikan Jembatan Buk Wedi di Jalan Ir H Juanda. Banyak truk-truk besar, bus dan kendaraan pribadi tidak bisa bergerak karena seluruh ruas jalan ditutup warga. ps-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru