Aksi #IndonesiaSekarat Berujung Pembubaran, Polisi Amankan Sejumlah Peserta

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Surabaya - Aparat kepolisian melanjutkan pembubaran aksi demonstrasi bertajuk #IndonesiaSekarat hingga ke kawasan Jalan Pemuda, tepatnya di depan Alun-Alun Surabaya, Jumat (26/6/2026) malam.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah personel kepolisian berpakaian sipil terlihat mengejar peserta aksi yang masih bertahan di sekitar Jalan Pemuda.

Baca juga: Diwarnai Bentrok, Ratusan Massa Aksi Desak Evaluasi Program Pemerintah

Beberapa demonstran diamankan dan dibawa ke arah Gedung Negara Grahadi. Penangkapan dilakukan secara bertahap terhadap massa yang masih berada di lokasi.

Di tengah proses pembubaran, Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan memberikan instruksi kepada anggotanya melalui pengeras suara.

Ia menegaskan agar petugas tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap massa yang diamankan.

“Tidak boleh memukuli massa,” ujar Luthfie saat memberikan arahan.

Selain itu, aparat juga mengimbau peserta aksi untuk segera membubarkan diri.

Menurut kepolisian, kegiatan yang masih berlangsung dinilai telah melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.

Situasi pembubaran aksi turut menarik perhatian masyarakat yang berada di kawasan Alun-Alun Surabaya.

Sejumlah pengunjung, termasuk pelaku usaha dalam bazar UMKM, tampak keluar dari area untuk menyaksikan proses pengamanan.

Baca juga: Jakarta Tegang!

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah demonstran yang diamankan maupun dasar hukum tindakan tersebut.

Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar Jalan Pemuda masih dipadati aparat yang melakukan penyisiran terhadap sisa massa aksi.

Sebelumnya, ratusan massa yang tergabung dalam aksi “Warga Surabaya Turun ke Jalan” menggelar demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi sejak sore hari.

Mereka membawa sedikitnya 11 tuntutan, di antaranya terkait penurunan harga bahan bakar minyak (BBM).

Dalam aksi tersebut, massa juga membentangkan sejumlah banner dan karikatur bernuansa kritik terhadap pemerintah.

Baca juga: Fuad, Anak Eks Wali Kota Surabaya, Ditimpuk Botol Air

Salah satu banner berukuran sekitar 1,5 x 4 meter dipasang di jembatan penyeberangan Jalan Gubernur Suryo.

Massa yang didominasi kalangan muda tiba di lokasi sekitar pukul 16.20 WIB setelah melakukan long march dari kawasan Monumen Kapal Selam (Monkasel).

Mereka mengenakan pakaian kasual, sebagian di antaranya menggunakan penutup wajah.

Aksi diwarnai dengan orasi secara bergantian serta pembakaran pakaian bekas yang dibawa peserta. Juru bicara Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma, menyebut aksi tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian demonstrasi sebelumnya di Surabaya yang melibatkan elemen masyarakat, buruh, dan mahasiswa.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru