Hingga Pukul 19.15 WIB, Massa Masih Berorasi, Lempar Bom Molotov dan Tembakkan Petasan
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hingga pukul 19.15 WIB, massa aksi masih memenuhi Jl Medan Merdeka Barat, tepatnya di depan Gedung Sapta Pesona. Aksi Indonesia Gelap di Patung Kuda Jakarta, ricuh. Massa aksi melempari polisi dengan bom molotov dan menembakkan petasan.
Pantauan di lokasi pukul 19.00 WIB, ada dua bom molotov yang dilemparkan massa ke arah polisi yang berjaga.
Sementara pihak kepolisian mengimbau massa tidak melempari bom molotov dan menginstruksikan pada petugas jaga agar menahan diri tidak terpancing provokasi. "Hati-hati provokator yang melakukan melakukan pelemparan," kata polisi di atas mobil, Jumat semalam (21/2).
Jumlah massa terlihat lebih banyak dari aksi kemarin. Ruas Jl Medan Merdeka Barat ke arah Bundarah HI pun turut ditutup karena massa membeludak. Petugas kepolisian pun berjaga di sekitaran gerbang Monas sisi barat daya.
Banyak massa aksi yang duduk-duduk di sekitar Patung Kuda. Sedangkan di mobil komando, orator masih terus menyuarakan tuntutannya.
Belum ada imbauan dari polisi kepada massa aksi untuk membubarkan diri. Mereka hanya bersiaga di balik barier beton.
Imbasnya, lalu lintas di Jl Thamrin tampak macet. Pengendara harus beralih ke arah Jalan Medan Merdeka Selatan.
Curhat kena PHK
Koordinator NCTzen Humanity, Himawan,menjelaskan ada kebijakan yang dinilainya merugikan bagi mereka. Sehingga dia mengambil sikap mendukung aksi 'Indonesia Gelap' wajib hukumnya bagi mereka.
"Banyak dari NCTzen yang curhat kena PHK pemecatan karena terdampak di kementerian atau lembaga pemerintah. Jadi banyak teman-teman kita yang kehilangan kerjaannya karena kebijakan itu," jelasnya.
NCTzen bergerak melalui caranya dengan menyediakan ambulans hingga makanan gratis. Terlebih bagi mereka yang belum bisa turun langsung, NCTzen Humanity mengakomodasinya dalam bentuk bantuan bagi massa aksi.
Pada aksi kali ini, mereka menyiagakan tiga unit ambulans, ribuan porsi makanan berat, dan makanan ringan. Mereka juga menyediakan minuman bagi demonstran.
Salwa, salah satu perwakilan NCTzen Humanity mengatakan aksi ini dilakukan dengan menggalang donasi kolektif melalui media sosial.
"Insyaallah bisa bermanfaat untuk yang turun aksi hari ini dan juga masyarakat sekitar," ujar Salwa, di Patung Kuda, Jakarta, Jumat sore (21/2).
Selain ada sekelompok ibu-ibu membagikan makanan kepada peserta aksi Indonesia Gelap di Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Para ibu ibu ini berada di sekitar trotoar Jalan Medan Merdeka Selatan, mereka membagikan air mineral dan roti kepada peserta aksi yang lewat.
Sejumlah massa aksi yang lewat terlihat mengambil air maupun roti yang dibagikan para ibu-ibu tersebut.
"Kita dari jam 10 tadi, ini gratis untuk massa demo," kata seorang ibu-ibu.
Tidak hanya ibu-ibu, pendukung grup K-Pop bernama NCTzen Humanity turut membagikan makanan dan minuman gratis.
Demo di DPRD Jatim
Dipantau ada dua anggota DPRD Jatim dari PDI Perjuangan jadi sasaran lemparan botol air mineral. Insiden ini terjadi saat demo 'Indonesia Gelap' yang dilakukan dari masyarakat dan mahasiswa.
Insiden tersebut terjadi saat massa membakar ban dan menggelar orasi. Saat itu, massa kemudian meminta Ketua DPRD Jatim keluar menemui mereka.
Sesaat kemudian, dua anggota DPRD dari Fraksi PDIP, yakni Fuad Bernadi dan Yordan Batara Goa, keluar menemui massa.
Saat bertemu dengan massa itu, keduanya menjelaskan bahwa saat ini anggota DPRD sedang masa reses. Karena hal inilah anggota DPRD dan pimpinan yang lain belum bisa menemui massa aksi.
Tak puas atas jawaban Fuad Bernadi, anak mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Yordan, massa l melemparinya keduanya dengan botol air mineral. Karena tak kondusif, Fuad dan Yordan, diamankan petugas kembali masuk ke gedung. Sedangkan massa terus melemparkan botol dari barisan belakang.
Sebelumnya, puluhan orang dari berbagai kalangan mendatangi gedung DPRD Jatim Jalan Indrapura. Mereka berasal dari masyarakat, akademisi, serta mahasiswa yang tergabung dalam 'Arek Gerak dan Aliansi Masyarakat Sipil Surabaya dan Jawa Timur.
Tuntutan Demo
Terdapat sejumlah tuntutan yang dibawakan massa aksi. Beberapa diantaranya menolak RUU TNI, RUU Polri, pengesahan tatib DPR, hingga RUU Kejaksaan.
Lalu, massa aksi juga menuntut evaluasi kebijakan efisiensi anggaran, kabinet gemuk Presiden Prabowo, hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Ratusan mahasiswa, akademisi dan masyarakat sipil yang mengatasnamakan Arek Gerak (Gerakan Rakyat) mulai menggelar aksi Indonesia Gelap di depan Gedung DPRD Jawa Timur, di Surabaya, Jumat (21/2).
Mayoritas massa aksi yang memakai pakaian hitam-hitam itu membawa sejumlah poster bernada protes bertuliskan 'Rakyat Diperas, Anggaran pendidikan dipangkas, Indonesia Cemas', 'Di Negara Ini yang Waras Cuma Rakyat' dan lainnya.
Mereka juga memutar lagi Sukatani berjudul Bayar Bayar Bayar yang belakangan ditarik dari platform musik karena mengkritik institusi Polri. Sementara ratusan personel kepolisian hanya melihat lagi itu diputarkan.
"Hidup Sukatani! Hidup Sukatani! Hidup Sukatani!," kata salah satu orator. n erc/rmc
Editor : Moch Ilham