SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Menindaklanjuti fenomena terkait kelangkaan Biosolar dan Pertalite yang masih terjadi Mojokerto akibat tersendatnya pasokan dari Pertamina Patra Niaga, kini mulai banyak dikeluhkan sejumlah pembeli, baik para pengendara sepeda motor maupun mobil pribadi. Pasalnya, praktis pompa bensin di jalur arteri Jombang ke Mojokerto hanya melayani konsumen yang beralih ke Pertamax.
Hal itu diakibatkan karena para pengelola SPBU mengeluhkan pemangkasan volume dan lambatnya pengiriman 2 jenis BBM subsidi tersebut dari Depo Pertamina Surabaya. Untuk Biosolar habis sejak Jumat (26/6) sekitar pukul 08.00 WIB. Pasokan solar subsidi itu terakhir kali datang dari Depo Pertamina Surabaya pada Kamis (25/6) sekitar pukul 05.00 WIB sejumlah 8.000 liter.
Baca juga: Di Tengah Permintaan Melonjak, Pemkab Lumajang Pastikan Stok BBM Subsidi Aman
Sedangkan Pertalite di SPBU Jatipasar habis sejak pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB. Pasokan terakhir kali datang pada Kamis (25/6) sejumlah 16.000 liter. Sampai siang tadi belum jelas kapan bensin subsidi itu kembali dikirim oleh Pertamina Patra Niaga.
Baca juga: Bisnis Rental Alat Berat di Tuban Lesu Imbas Rupiah Melemah dan Harga BBM Naik
Pengawas SPBU Jatipasar, Nando Voreno pun mengeluhkan pengiriman Biosolar maupun Pertalite dari Depo Pertamina Surabaya yang beberapa kali terlambat sejak awal pekan ini. Sebab dalam kondisi normal, apabila hari ini pesan, besoknya pasokan sudah tiba di SPBU. Ditambah lagi, volume pengiriman solar dipangkas 50�ri pesanan.
"Biasanya kami ajukan pesanan 16 KL (Kiloliter), datangnya sesuai dan tepat waktu. Sekitar mulai awal minggu ini, solar hanya dikirim 8 KL, juga tidak tepat waktu, pesannya Selasa baru datang Kamis pagi," jelasnya, Senin (29/06/2026).
Baca juga: Anggaran untuk Subsidi Energi akan Berkurang
Selain tersendatnya pasokan, harga Pertamax yang naik tajam menjadi Rp 16.250/Liter juga memicu kelangkaan Pertalite di Mojokerto. Salah satu potretnya di SPBU Jatipasar. Menurut Nando, sebab banyak konsumen yang terpaksa beralih ke Pertalite yang harganya tetap Rp 10.000/Liter. mj-02/dsy
Editor : Redaksi