SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan optimalisasi pendapatan daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mulai mematangkan penerapan digitalisasi tata kelola retribusi pelayanan pasar, dengan menetapkan empat pasar sebagai proyek percontohan (pilot project), yakni Pasar Dringu, Pasar Maron, Pasar Semampir dan Pasar Paiton.
Keempat pasar tersebut akan menjadi model penerapan sistem retribusi digital sebelum dikembangkan ke pasar-pasar lainnya, pasca tindak lanjut dari hasil studi komparasi oleh Pemkab Probolinggo ke Pasar Sleko Kota Madiun yang dinilai berhasil menerapkan sistem digitalisasi dan elektronifikasi retribusi pasar menjadi lebih modern dan tertata.
“Pasar tradisional di Kota Madiun berhasil berubah menjadi lebih bersih, nyaman dan ramah pengunjung. Selain itu, pengelolaan retribusinya juga sudah menerapkan digitalisasi dan elektronifikasi sehingga lebih efektif, transparan dan mudah diawasi,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi, Senin (20/07/2026).
Sementara Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ menegaskan digitalisasi retribusi pasar merupakan bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih modern. Melalui program digitalisasi tersebut, Pemkab Probolinggo berharap pengelolaan retribusi pasar menjadi lebih efektif, meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pedagang serta mendukung percepatan transformasi digital di sektor perdagangan tradisional.
“Studi komparasi yang telah kita lakukan memberikan banyak pelajaran berharga bahwa pengelolaan pasar dapat dilakukan secara lebih modern, transparan dan akuntabel melalui digitalisasi serta elektronifikasi retribusi,” ujarnya. pr-01/dsy
Editor : Redaksi