SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dikutip dari data Bloomberg, Kamis (2/7/2026), nilai tukar dolar AS berada pada level Rp 17.986 atau naik sebesar 34 poin (0,19%).
Sementara itu, pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang lainnya cenderung melemah. Dolar AS terpantau melemah terhadap yen Jepang, dolar Australia, pound sterling, euro, dolar Singapura, serta yuan China.
Baca juga: Bisnis Rental Alat Berat di Tuban Lesu Imbas Rupiah Melemah dan Harga BBM Naik
Secara rinci, mata uang Paman Sam melemah 0,04% terhadap yen Jepang, melemah 0,10% terhadap dolar Australia, turun 0,9% terhadap pound sterling, serta melemah 0,9% terhadap euro.
Dolar AS juga melemah 0,07% terhadap dolar Singapura, serta melemah 0,10% terhadap yuan China.
Baca juga: Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Bondowoso Mulai Alami Kenaikan Bertahap
Analis Doo Financial, Lukman Leong, mengatakan pergerakan rupiah masih dibayangi sentimen eksternal yang cenderung negatif. Meningkatnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS menjadi indikator bahwa pelaku pasar semakin memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuannya.
"Sentimen domestik juga masih belum pulih dari tekanan jual investor asing," ujar Lukman. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.050 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah Terjun ke Level Rp18 Ribu, Pedagang di Pasar Surabaya Ngeluh Merugi
Dari sisi domestik, tekanan terhadap rupiah juga dinilai belum sepenuhnya mereda. Arus keluar dana asing (foreign outflow) dari pasar keuangan Indonesia masih menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan mata uang Garuda. n ec, dna
Editor : Redaksi