Musim Kemarau, Disperkim Kota Madiun Intensifkan Pangkas Pohon Rawan Tumbang

surabayapagi.com
Petugas Disperkim Kota Madiun intensif lakukan pemangkasan pohon rawan tumbang di ruas Jajan Kemiri. SP/Foto:Diskominfo Kota Madiun

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanuti meningkatnya hembusan angin kencang saat memasuki puncak musim kemarau, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), mulai mengintensifkan pemangkasan pohon rawan tumbang di sejumlah ruas jalan. Khususnya, di sepanjang Jalan Kemiri yang banyak terdapat pepohonan guna mengurangi risiko pohon tumbang sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.

"Pemangkasan pohon ini merupakan upaya antisipasi menghadapi musim angin. Selain itu, banyak dahan yang sudah menjorok ke badan jalan sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan, jika sewaktu-waktu tumbang atau patah," ujar Kepala Bidang Prasarana, Utilitas Umum, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Penerangan Jalan Umum (PJU), dan Pemakaman Disperkim Kota Madiun Andi Anto, Kamis (09/07/2026).

Baca juga: 10 Hektar Lahan Hutan Rakyat di Pacitan Ludes Terbakar, Hampir Menjalar di Permukiman

Menurutnya, selain Jalan Kemiri, Perkim juga menjadwalkan penanganan pohon di Jalan Kuweni. Berdasarkan hasil survei lapangan dan permohonan masyarakat, sejumlah pohon di lokasi tersebut dinilai perlu dipangkas karena sudah berukuran besar dan akarnya mulai merusak fasilitas di sekitarnya.

Baca juga: Musim Kemarau, Pemkab Bangkalan Salurkan Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak

Dan apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan merusak infrastruktur maupun membahayakan masyarakat. Pasalnya, di sejumlah ruas jalan Kota Madiun yang memiliki banyak pohon, di antaranya Jalan Panjaitan dan Ring Road yang telah masuk dalam daftar pemangkasan berikutnya

Baca juga: Sumur SPAM di Jombang Dipantau Ketat, Antisipasi Krisis Air Bersih Selama Kemarau

Oleh karenanya, saat ini Disperkim Kota Madiun mengerahkan tiga tim pemangkas pohon setiap hari selama musim kemarau. Jumlah itu bertambah dari sebelumnya dua tim, mengingat meningkatnya kebutuhan penanganan di berbagai titik. Selain penanganan rutin, Disperkim juga terus memperbarui pemetaan pohon yang berpotensi tumbang melalui survei lapangan serta laporan masyarakat yang masuk ke dinas setempat. md-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru