Berkonsep Panggung Berjalan, Festival Rontek Pacitan 2026 Perkuat Identitas Budaya

surabayapagi.com
Suasana Festival Rontek Pacitan 2025 di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Festival Rontek Pacitan 2026. SP/Foto:Prokopim Pacitan

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Menghadirkan konsep baru berupa panggung berjalan yang menjadi salah satu komponen penilaian dalam perlombaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan, Jawa Timur mempersiapkan gelaran Festival Rontek Pacitan 2026 untuk mengembalikan karakter asli rontek sebagai seni pertunjukan berjalan yang dinamis.

"Konsep baru ini sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi peserta dalam menampilkan kreativitas sepanjang jalur pawai," jelas Plt Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan, Adetya Wicaksana Putra, Senin (13/07/2026).

Baca juga: Tradisi Ritual Larung Sembonyo di Pantai Sidem Sedot Ratusan Pengunjung

Konsep baru tersebut dihadirkan untuk mengembalikan karakter asli rontek sebagai seni pertunjukan berjalan yang dinamis, sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi peserta dalam menampilkan kreativitas sepanjang jalur pawai.

Menurut Adetya, pada tahun-tahun sebelumnya penilaian Festival Rontek lebih banyak menggunakan panggung diam. Tahun ini, pihaknya mengurangi jumlah panggung diam dan menambahkan panggung berjalan sebagai bagian dari penilaian. 

Baca juga: Kirab Budaya, Tradisi Melestarikan Budaya 'Sedekah Bumi' yang di Selenggarakan Abdi Dalem Joko Dolog

Untuk panggung diam pertama berada di titik awal depan Pendopo Kabupaten Pacitan, sedangkan panggung kedua berada di titik akhir depan Tanjung Pinang Motor. Sementara panggung berjalan disiapkan sepanjang jalur dari SMP Negeri 2 Pacitan hingga perempatan Penceng.

Perlu diketahui, Festival Rontek Pacitan 2026 dijadwalkan digelar pada 17-19 Juli 2026, diikuti peserta dalam dua kategori, yakni umum dan pelajar dengan kategori umum diwakili 12 kecamatan di Kabupaten Pacitan, sedangkan kategori pelajar diikuti perwakilan SMA/SMK dan diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

Baca juga: Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

"Untuk kategori pelajar ada empat peserta tingkat SMA/SMK. Jadi total ada 16 peserta. Selain memiliki alam yang indah, Kabupaten Pacitan juga punya agenda budaya yang tidak kalah menarik," pungkasnya. pc-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru