Dinilai Cukup Tinggi, Dinkes Catat Temuan 186 Kasus Baru HIV di Kota Malang

surabayapagi.com
Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif. SP/ MLG

SURABAYAPAGI.com, Malang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat temuan kasus baru HIV/AIDS sepanjang bulan Januari-Mei 2026, dimana jumlah tersebut merupakan data pembaruan setelah sebelumnya disebut ada 97 kasus baru HIV/AIDS pada Januari-Mei 2026. Dan jumlah saat ini dinilai cukup tinggi yakni sebanyak 186 kasus.

"Data kemarin 97 itu hanya sampai Maret. Untuk kasus baru sampai bulan Mei 2026, ada 186 kasus baru HIV," ujar Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif, Rabu (15/07/2026).

Baca juga: Antisipasi Kasus HIV/AIDS, KPA Tulungagung Sasar Ribuan Siswa Baru Edukasi Dini

Menurut Husnul, ada lima kategori kelompok rentan HIV. Diantaranya, ada Laki Seks Laki (LSL), Ibu Hamil, Wanita Pekerja Seks (WPS), Pengguna Jarum Suntik dan Waria. Dan dari kelima kategori tersebut, kelompok LSL paling banyak dalam temuan kasus baru HIV. Dari total 186 temuan kasus baru, 100 di antaranya atau lebih dari 90 persen merupakan kelompok LSL.

Sehingga, untuk mempercepat penemuan kasus, Dinkes Kota Malang telah menyediakan 16 layanan deteksi HIV yang tersebar di puskesmas dan rumah sakit. Seluruh fasilitas tersebut juga melayani perawatan, pengobatan, hingga pendampingan bagi ODHIV. Adanya upaya penyembuhan HIV itu berbeda dengan tuberkulosis (TBC). Jika TBC cukup diobati selama enam bulan.

Baca juga: Jember Fasilitasi Layanan Kesehatan Warga yang Terkendala Berobat ke Puskesmas

Namun penanganan HIV harus dijalani seumur hidup agar jumlah virus tetap terkendali dan risiko penularan dapat ditekan. Karena itu, Dinkes terus mendorong masyarakat, khususnya yang merasa memiliki faktor risiko, untuk mengikuti Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau konseling dan tes HIV secara sukarela.

"Kami mengedukasi masyarakat agar melakukan self-assessment, apakah dirinya memiliki faktor risiko atau tidak. Kalau merasa berisiko, silakan melakukan VCT. Layanan itu tersedia di 16 puskesmas," tandasnya.

Baca juga: Layanan VCT HIV, Dinkes Kota Malang Sebut Sudah Tersedia di Setiap Puskesmas

Selain menemukan kasus baru, Dinkes juga memperkuat pendampingan terhadap ODHIV agar tetap menjalani terapi secara teratur. Meski begitu, Husnul menambahkan, dibandingkan daerah lain, penemuan kasus HIV di Kota Malang masih berada di bawah Surabaya. "Kita masih di bawah Surabaya untuk penemuan kasus baru. Upaya pencegahan akan terus diperkuat karena setiap kasus baru berpotensi menjadi mata rantai penularan apabila tidak segera ditangani," pungkasnya. ml-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru