SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai upaya strategis mendeteksi dini kasus human immunodeficiency virus (HIV), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Jawa Timur menyebut layanan voluntary counseling and testing (VCT) telah tersedia di seluruh puskesmas se-wilayah setempat, agar penemuan kasus baru bisa cepat dilakukan, sehingga menekan potensi penularan virus tersebut.
"Kami menyediakan VCT melalui 16 puskesmas untuk menjaring masyarakat yang merasa bahwa dirinya memiliki risiko (HIV)," kata Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif, Kamis (09/07/2026).
Diketahui, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Malang, bahwa dalam kurun waktu Januari hingga Mei 2026 ditemukan sebanyak 97 kasus baru HIV. Dari total angka kasus itu, 78 persennya merupakan laki-laki dan 22 persen perempuan. Dan apabila dari hasil deteksi dini seseorang dikatakan positif atau berstatus sebagai Orang Dengan HIV (ODHIV), maka akan langsung diambil tindakan berupa pemberian perawatan, dukungan, dan pengobatan (PDP).
Selanjutnya, ODHIV dipantau tingkat keteraturan melaksanakan kontrol kesehatan dan ketepatan waktu minum obat. Sehingga, untuk menekan pertumbuhan virus pada tubuh, ODHIV diberikan obat antiretroviral (ARV).
"HIV memang harus dilakukan pengobatan seumur hidup dan pada saat pemeriksaan enam bulan sekali, itu ada yang namanya viral load (partikel virus) di Puskesmas Dinoyo. Kalau viral load-nya semakin kecil berarti salah satu indikator keberhasilan di dalam pengobatan," ujar dia.
Lebih lanjut, Husnul mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas layanan VCT yang telah disediakan di setiap puskesmas guna memastikan status kesehatan sedini mungkin. ml-01/dsy
Editor : Redaksi