SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melalui gelaran lomba craft painting, yakni lomba melukis di atas media anyaman tradisional dengan mengangkat tema identitas Kota Madiun, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, memang tengah berkomitmen dalam mewadahi kreativitas anak setempat, sekaligus membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif sejak usia dini.
Oleh karena itu ruang bagi anak-anak untuk menampilkan karya akan terus diperluas, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di ruang-ruang publik hingga tingkat kelurahan. Selain mengasah kemampuan melukis, peserta juga ditantang beradaptasi dengan tekstur media yang berbeda dari kertas maupun kanvas.
Baca juga: Pemuda Kota Mojokerto Galang Donasi Aceh Sumatera Lewat Seni dan Kreativitas
"Kami ingin membangkitkan SDM sejak tingkat SD. Selain akademik, kreativitas juga harus terus dikembangkan. Ke depan ruang-ruang untuk berkarya akan kami perbanyak," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, Minggu (19/07/2026).
Baca juga: Kreativitas dan Inovasi Eri Cahyadi Menorehkan Prestasi Internasional di IMF 2024
Diketahui dalam gelaran lomba melukis di atas media anyaman tradisional tersebut diikuti sebanyak 38 pelajar dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs sederajat yang menuangkan kreativitas pada media anyaman topi caping, tampah, kipas tangan, dan tas rotan. Beragam ikon Madiun Kota Pendekar dijadikan inspirasi objek lukisan, mulai dari pendekar, pecel, hingga berbagai ikon Kota Madiun yang dituangkan di atas media anyaman tersebut.
Sementara itu salah satu peserta Selly Setyanina dari MTsN Kota Madiun memilih mengangkat tema "Pendekar Pecel" karena dinilai mewakili identitas Kota Madiun. Selly mengaku tantangan terbesar bukan pada proses menggambar, melainkan melukis di atas media anyaman yang permukaannya tidak rata. Meski demikian pengalaman tersebut menjadi pengalaman baru yang membuatnya semakin tertarik mengikuti kegiatan serupa pada masa mendatang.
"Pendekar itu ikon Kota Madiun, sedangkan pecel adalah makanan khas Madiun. Jadi saya gabungkan dalam karya ini," jelasnya. md-01/dsy
Editor : Redaksi