SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Kawasan Ijen, Bondowoso kembali diselimuti fenomena embun upas atau embun salju yang menciptakan pemandangan yang eksotis, sekaligus juga membawa dampak buruk bagi lahan pertanian warga. Pasalnya, embun upas dapat menyebabkan batang tanaman membusuk hingga akhirnya mengering dan mati.
Sejumlah tanaman sayur seperti kubis, wortel, dan kentang menjadi yang paling rentan terdampak. Sehingga, adanya kemunculan embun upas sulit diprediksi sehingga petani tidak memiliki banyak cara untuk mengantisipasinya.
"Embun upas itu memang berdampak bagi tanaman. Pasti akan banyak yang mati. Jika embun upas itu sudah datang, petani hanya bisa pasrah terkait dampak bagi tanaman," terang Ilham (41), salah seorang petani sayur warga Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Minggu (19/07/2026).
Lebih lanjut, menurutnya, jika sudah ada embun upas petani hanya tinggal menunggu saja. Tergantung seberapa besar tanaman yang kena. Selain itu, lahan pertanian yang terkena embun upas itu tidak langsung mutlak rusak. Tapi sebagian saja. Tergantung ketahanan tanaman itu.
"Dan tergantung nasibnya, beruntung atau tidak. Bisanya hanya berdoa agar bernasib baik," pungkas Ilham, seraya tersenyum kecut.
Diketahui sebelumnya, dalam kurun beberapa hari belakangan, cuaca dingin ekstrem terjadi di kawasan Ijen. Fenomena ini sudah berlangsung sekitar dua pekan terakhir. Butiran es tersebut tampak menyelimuti sejumlah tanaman. Suhu dingin mencapai 1 hingga 3 derajat celcius. Puncak kondisi dingin terjadi pukul 4 dini hari. Tak jarang, suhu sampai 0 derajat celcius. Terutama saat waktu subuh, dan ditambah embusan angin. bd-01/dsy
Editor : Redaksi