SURABAYAPAGI.com, Malang - Imbas musim kemarau dengan suhu dingin membuat harga sejumlah sayur di pasar tradisional Kota Malang merangkak naik. Bagaimana tidak, imbas cuaca tersebut membuat banyak sayur mengalami layu hingga rusak. Sehingga stok pun ikut menipis dan mengakibatkan harganya pun ikut melonjak.
"Kenaikan, katanya karena musim kemarau cuacanya dingin. Sayur jadi lemes, banyak yang rusak, tidak ada hujan, karena kekurangan," ujar Isnaini, pedagang sayur di Pasar Klojen, Minggu (19/07/2026).
Isnaini, mengungkap jika beberapa harga sayuran mengalami kenaikan beberapa hari terakhir. Untuk kenaikan harga juga terjadi pada sayuran jenis sawi, timun, sekaligus cabai rawit maupun cabai besar. Sementara harga bawang merah dan wortel disebut normal.
"Sayuran harganya naik, seperti brokoli awalnya Rp 15 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilo. Brokoli naik dari Rp 15 ribu ke Rp 20 ribu per kilo, sawi naik menjadi Rp 8 ribu, timun Rp 13 ribu, cabai rawit naik Rp 40 ribu dari Rp 28 ribu. Bawang merah tetap Rp 40 ribu," terang Isnaini.
Isnaini mengaku, tak berani memastikan kenaikan harga sejumlah sayuran dipengaruhi telah beroperasi Satuan Pelayanan Pemenunuhan Gizi (SPPG) bersamaan dengan masuk tahun ajaran baru. Kebanyakan pembeli datang ke Pasar Klojen merupakan ibu rumah tangga. Sehingga, kata dia, kenaikan harga karena Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan kembali, tidak menjadi pengaruh kenaikan harga sayuran.
Selain itu, adanya kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam maupun daging sapi. Naiknya harga daging mempengaruhi animo pembeli di lapak pedagang. "Daging naik sekarang Rp 160 ribu, jadinya pembeli sepi," ujar pedagang daging sapi di Pasar Klojen, Umi Kulsum terpisah. ml-02/dsy
Editor : Redaksi