SURABAYAPAGI.com – KASIH Yesus di mata jemaat saat ini dipandang sebagai sumber kekuatan yang nyata, teladan pengampunan yang tanpa syarat, serta dorongan untuk peduli pada sesama. Saya sangat tertarik dengan Lukas 4:18–19 (Mengenai Pengurapan Yesus). Dikabarkan: Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
Bagian ini berisi kutipan dari Yesaya mengenai misi Yesus untuk menyampaikan kabar baik, membebaskan tawanan, memulihkan penglihatan, dan memberitakan rahmat Tuhan.
Baca juga: Kereta Cepat di Makkah
“Jadi semua orang banyak berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.”
Menjadi menarik kisah penyembuhan ini bagiku, karena aku merasa tampaknya ada kemiripan dari zaman Yesus sampai sekarang ini. Kalau orang datang kepada Yesus, ternyata memang untuk mendengarkan Sabda-Nya dan disembuhkan dari berbagai penyakit mereka.
Jujur, banyak yang datang kepada Tuhan untuk disembuhkan dari berbagai jenis penyakit dan kelemahan. Kadang-kadang, cuma untuk itu, lupa kalau pertama kali datang pada Yesus, nomor satu adalah mendengarkan Yesus. Karena kehadiran-Nya pasti membawa kabar gembira, penyembuhan itu bonus kasih karunia yang luar biasa besar.
Baca juga: Berhaji, Umrah Berkali-kali
Saya membayangkan, bahwa begitu banyak orang yang berbondong-bondong datang kepada Yesus, berdesak-desakan dengan berusaha keras untuk menjamah Yesus. Mereka telah mendengar warta kabar gembira dari Yesus. Mereka mendengarkan Yesus dengan penuh minat, penuh hikmat dan penuh iman. Antusiasme yang mungkin awalnya sekedar mendengar, “hati, jiwa dijamah Roh Allah,” saat mendengarkan-Nya. Yang semula mungkin sekedar penuh minat, menjadi mendengarkan penuh hikmat, artinya hadir dengan seluruh jiwa raga, hati yang terarah untuk sungguh hanya mendengarkan Tuhan Yesus bersabda. Dan dari sikap mendengarkan penuh hikmat itu, membawa mereka kepada ranah mendengarkan Yesus dengan penuh iman. Mendengarkan Sabda dengan penuh iman inilah, yang memiliki daya ubah yang luar biasa berdampak dalam hidup.
Mendengarkan dengan penuh iman ini, yang mendorong mereka untuk berusaha menjamah DIA, karena sudah memiliki keyakinan dalam budi dan hati, bahwa ada kuasa yang keluar dari pada-Nya, kuasa itu kuasa yang menyembuhkan, memulihkan, membebaskan dan menyelamatkan. Dan luar biasa, semua orang yang datang, dan berusaha menjamah-Nya menjadi sembuh, pulih jiwa raganya.
Baca juga: Kebiasaan Rasulullah SAW setelah Idul Fitri
Yang sakit penyakit fisik, sembuh sakit fisiknya. Yang datang dengan kelemahan dan kegelisahan, kecemasan dan mungkin perasaan rendah diri, pulih dan sembuh dari ketakutan dan kecemasan, menjadi berani, kuat, yakin dan percaya diri. Mereka yang datang dengan perasaan tidak berharga, putus asa dan mungkin hampir menyerah, menjadi sembuh karena diteguhkan, diyakinkan, dibangkitkan semangatnya oleh Sabda yang didengar dengan penuh minat, penuh hikmat dan penuh iman.
Penginjil Lukas menulis, mereka yang kerasukan roh-roh jahat pun disembuhkan. Roh jahat yang melumpuhkan, yang mungkin membuat seseorang enggan berjalan untuk berbuat baik. Roh jahat yang membisukan, yang membuat orang tidak berani berbicara mewartakan yang baik dan benar. Roh jahat yang membutakan mata hati, sehingga membuat orang yang hanya berfokus melihat pada diri sendiri. n (Maria Sari)
Editor : Redaksi