Bupati Sumenep: Diskoperindag Lakukan Inventarisasi Keberadaan Koperasi di Sumenep

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, meminta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) kabupaten Sumenep untuk mendata seluruh koperasi yang ada di Sumenep. Pendataan diperlukan untuk mengetahui koperasi yang masih aktif maupun yang sudah tidak berjalan. 

"Keberadaan Koperasi di kabupaten Sumenep perlu dilakukan inventarisasi agar keberadaan koperasi yang ada terdata dengan baik" ujar Bupati Sumenep ini.

Baca juga: Tingkatkan Perekonomian, Pemkab Sumenep Kembangkan Pertanian Hidroponik

Dikatakan tujuan inventarisasi Koperasi yakni untuk mengetahui perkembangan usaha sejumlah Koperasi yang ada. Pihaknya tidak ingin jumlah Koperasi banyak, namun ternyata Koperasinya sudah banyak tidak aktif. 

"Tidak perlu jumlah Koperasi banyak tapi ternyata tidak aktif, namun jumlah sedikit tapi semua aktif dan benar-benar menjadikan Koperasi sebagai soko guru perekonomian," tandas Bupati dua periode ini.

Dikatakan, saat ini dengan hadirnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)menjadi tantangan baru bagi keberadaan koperasi konvensional yang ada selama ini. Dengan inventarisasi nantinya keberadaan Koperasi akan lebih baik, berapa sebenarnya Koperasi yang ada selama ini dan benar-benar menjalankan usahanya dengan baik.

Menurut Fauzi, inventarisasi menjadi langkah awal agar pemerintah dapat mengetahui persoalan yang dihadapi setiap koperasi sehingga pembinaan bisa dilakukan tepat sasaran. Dengan diinventarisasi, tujuannya agar koperasi yang masih bisa bergerak tidak sampai mati.

Kemudian, bentuk pembinaan bisa dilakukan dengan menyesuaikan terhaykebutuhan koperasi. Jika masalahnya terletak pada kualitas pengurus, pemerintah akan memberikan pelatihan. Sementara jika kendalanya permodalan, bantuan keuangan bisa diberikan. 

Baca juga: Komitmen Sejahterakan Buruh Tani Tembakau, Pemkab Bagikan BLT dari DBHCHT 2026

"Kalau kita tahu sakitnya apa, kita perbaiki. Kalau misalnya sumber manusianya tidak bagus, ya kita berikan pembinaan. Kalau dari sisi permodalannya tidak bagus, kita beri bantuan keuangan," jelasnya. 

Hanya saja tegas Ketua PDIP Sumenep ini, penguatan koperasi tidak cukup hanya melalui suntikan modal. Tapi juga ditata kelola oleh sumber daya manusianya yang ada.

Untuk itu, dengan hadirnya KDMP nantinya juga sama-sama berjalan dan tumbuh sehat, sehingga mampu memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Sumenep. 

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, Sumenep Tingkatkan Produksi Padi Lewat Metode PM-AAS

Bupati juga berharap masyarakat tidak perlu ada kekhawatiran terhadap keberadaan KDMP. Sebab, selama ini, ratusan koperasi di Sumenep dapat berjalan tanpa gesekan, karena masing-masing memiliki pangsa pasar dan pola usaha yang berbeda. 

"Menurut saya, koperasi punya pangsa pasarnya sendiri-sendiri. Sampai saat ini, meskipun koperasi jumlahnya ratusan, tidak ada persoalan (gesekan). Karena memang mereka punya pasarnya masing-masing. Mereka juga punya cara masing-masing," tambahnya.

Pemkab Sumenep justru harus mendorong keduanya berkembang secara berdampingan. Sebab, KDMP merupakan program pemerintah pusat, sehingga mekanisme operasionalnya masih menunggu aturan lebih lanjut. Sedangkan Koperasi konvensional juga sudah berjalan berjalan sebagaimana mestinya. rah

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru