Lewat Konsumsi Ikan, Pemkot Surabaya Terus Kampanyekan Diversifikasi Protein

surabayapagi.com
Panen ikan Bandeng di Surabaya. SP/Surabaya

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya membangun pola konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengampanyekan diversifikasi sumber protein agar masyarakat tidak bergantung pada satu jenis pangan. 

"Pemkot Surabaya terus mengedukasi masyarakat agar tidak bergantung pada satu jenis sumber protein. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai sumber protein hewani, seperti ikan, telur, maupun pangan lokal lainnya yang memiliki kandungan gizi tinggi," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Nanik Sukristina, Senin (27/07/2026).

Baca juga: Lewat Uji Coba Inovasi Brida Step, Pemkot Surabaya Upayakan Bantuan Gakin

Salah satu yang didorong ialah konsumsi ikan air payau sebagai sumber protein hewani bergizi dan mudah diperoleh, dengan gencar melakukan edukasi melalui berbagai program, seperti Lomba Cipta Menu B2SA, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), hingga pelatihan pengolahan pangan berbasis potensi lokal.

Menurut Nanik, ikan air payau menjadi salah satu alternatif sumber protein yang layak dikembangkan karena memiliki kandungan gizi tinggi serta mudah diakses masyarakat Surabaya. Ketersediaannya juga didukung pasokan dari wilayah pesisir dan sentra perikanan di Jawa Timur.

Baca juga: Dorong Pelaporan Pajak, Pemkot Surabaya Dorong Restoran dan Kafe Pakai Sistem Digital

"Melalui Gemarikan, kami ingin membangun kebiasaan masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai bagian dari menu sehari-hari. Dengan begitu, kebutuhan protein keluarga dapat dipenuhi melalui pilihan pangan yang beragam dan bernilai gizi tinggi," katanya.

Nanik berharap edukasi yang dilakukan mampu mengubah pola konsumsi masyarakat agar semakin memanfaatkan potensi pangan lokal, termasuk ikan air payau sebagai salah satu sumber protein unggulan.

Baca juga: Sosialisasikan Perda Hunian Layak, Pemkot: Pemilik Kos Wajib Lapor Penghuni Maksimal 7 Hari

"Harapannya, masyarakat semakin terbiasa menerapkan pola konsumsi B2SA, memanfaatkan potensi pangan lokal, dan menjadikan ikan sebagai salah satu pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Diversifikasi pangan menjadi langkah penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah," katanya, mengakhiri. sb-05/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru