Diduga Usai Santap MBG, 201 Siswa dari 3 Sekolah Kediri Alami Mual hingga Diare

surabayapagi.com
Situasi di salah satu sekolah di mana sejumlah siswa mengeluhkan gangguan kesehatan usai mengonsumsi MBG di Kediri. SP/IST

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sebanyak ratusan siswa dari 3 sekolah di Kediri mengeluhkan gangguan kesehatan diduga usai menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari ratusan siswa yang dilaporkan mengalami keluhan, hanya satu siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit, sementara yang lainnya dapat penanganan dan pemantauan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri langsung mengumpulkan data dan memastikan penyebab kejadian tersebut ke sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan investigasi.

Baca juga: Tindaklanjuti Kasus 210 Siswa Keracunan, Wali Kota Eri Masih Tunggu Hasil Lab MBG

"Kami mendapatkan informasi itu baru kemarin, Senin (27/7) siang. Tim langsung saya perintahkan turun ke lapangan untuk menelusuri kasusnya. Informasi detailnya belum ada karena tim masih di lapangan. Sementara hanya satu anak yang dirawat di rumah sakit," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kediri Achmad Khati, Rabu (29/07/2026).

Baca juga: Keracunan Massal MBG, 200 Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Pusing hingga Mual

Berdasarkan data sementara ada sebanyak 201 siswa dari SMPN 1 Kras, MI Barokah Ah-Tahdzib dan SDN Purwodadi 1 yang dilaporkan mengalami gejala berupa mual, muntah, diare, dan pusing. Namun, jumlah itu masih bersifat sementara karena proses pendataan masih berlangsung.

Menurut informasi awal, gejala mulai dirasakan siswa setelah mengonsumsi makanan MBG pada Kamis (24/7), kemudian laporan siswa yang mengalami keluhan bertambah pada Jumat (25/7). Namun hingga kini, Dinkes belum bisa menyimpulkan penyebab pasti keluhan tersebut. Sedangkan untuk hasil pemeriksaan itu nanti akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk kemungkinan soal penghentian sementara distribusi MBG apabila diperlukan.

Baca juga: Prabowo, tak Larang Siswa Tolak MBG

"Ini dilakukan penelusuran nanti kelanjutan terkait SPPG apakah ada suspend, biasanya begitu kalau ada kejadian kita berhentikan sementara. Saat ini tim masih di sana," pungkasnya. kd-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru