Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya – Kemampuan literasi anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital.

Literasi tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan memahami teks, tetapi juga mencakup kecakapan menafsirkan informasi, melihat beragam perspektif, serta mengolah pengetahuan menjadi gagasan dan karya.

Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam peringatan Hari Literasi Internasional ke-60 melalui Literacy Day 2026 yang digelar Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya, Jumat (11/9/2026).

Mengusung tema “Literacy for People, the Planet, and Prosperity”, kegiatan tersebut mendorong siswa memahami literasi sebagai bagian dari proses belajar yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, lingkungan, serta upaya menciptakan masa depan yang lebih baik.

Salah satu bentuk penerapannya ditunjukkan melalui peluncuran tiga buku karya siswa yang terinspirasi dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Tantangan literasi saat ini tidak hanya datang dari buku yang dibaca siswa. Anak-anak juga berhadapan dengan beragam informasi melalui internet, media sosial, dan berbagai platform digital.

Kondisi itu membuat kemampuan membaca perlu diikuti dengan kecakapan memahami konteks, menginterpretasikan informasi, membedakan sudut pandang, serta menghubungkan pengetahuan dengan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Gambaran mengenai tantangan tersebut turut terlihat dalam hasil Asesmen Nasional 2025. Proporsi siswa SD/MI yang mencapai kompetensi minimum literasi membaca tercatat 55,7 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa penguatan kemampuan literasi masih menjadi pekerjaan yang perlu dilakukan sejak dini. Anak tidak cukup dibiasakan membaca, tetapi juga perlu mendapatkan ruang untuk memahami, mendiskusikan, mengolah, dan menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh.

National Principal Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya, Maharsi Palupining Rini, mengatakan kemampuan literasi perlu dibangun sebagai bagian dari proses pembelajaran yang dekat dengan kehidupan siswa.

“Kami ingin mengajak siswa melihat literasi bukan hanya tentang seberapa banyak anak membaca, tetapi juga tentang seberapa baik mereka memahami, menginterpretasikan, dan memaknai apa yang dibaca. Dari situ, siswa dapat memperluas wawasan, melihat perspektif baru, dan menghubungkan apa yang dipelajari dengan kehidupan di sekitarnya,” ujar Palupi.

Pemaknaan literasi tersebut diterapkan melalui proses pembelajaran yang mendorong siswa aktif mencari tahu, memahami, dan mengolah pengetahuan.

Salah satunya melalui kebiasaan “Gemar Belajar” yang menjadi bagian dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Dalam proses tersebut, siswa tidak hanya diarahkan untuk membaca, tetapi juga berdiskusi, melakukan refleksi, mengeksplorasi gagasan, kemudian menuangkan pemahamannya dalam bentuk tulisan maupun karya kreatif.

Proses pembelajaran juga didukung penggunaan tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Pendekatan tersebut membuka kesempatan bagi siswa untuk mengakses sumber pengetahuan sekaligus perspektif yang lebih beragam.

Kemampuan mengolah informasi kemudian dikembangkan melalui pendekatan STEAM dan 5C, yakni Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Character.

Melalui pendekatan tersebut, siswa dilatih untuk mengolah informasi, berpikir kritis, mengembangkan gagasan, berkomunikasi, bekerja sama, hingga menghasilkan karya maupun solusi yang berkaitan dengan lingkungan sekitar.

Hasil dari proses itu salah satunya terlihat dari tiga buku karya siswa Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya yang diluncurkan dalam Literacy Day 2026.

Ketiga buku tersebut merupakan hasil Writing Competition yang dilaksanakan melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dan Projek Co-Curricular. Karya yang terpilih kemudian dikembangkan bersama guru melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengembangan ide, penulisan, hingga revisi.

Tiga karya yang diluncurkan dalam momentum Literacy Festival 2026 tersebut yakni Minggu yang Menyenangkan karya Alicia Georgia Marcia Oscar dengan ilustrasi Gwyneth Allison Supiyan dan Frances Eunice B.B. untuk tingkat primary.

Kemudian Panen Kekuatan Rahasia karya Aireen Angelie Effendy dengan ilustrasi Cherish Annabelle Utomo dan Sumiko Nicoline Pricendra untuk tingkat secondary.

Sementara karya ketiga berjudul Di antara Ombak & Bisikan karya Annabel Gladys Tjipto dengan ilustrasi Eugene Poh, Miranda, dan Jennifer, juga untuk tingkat secondary.

Bagi para siswa, proses menghasilkan buku tidak berhenti pada pencapaian sebuah karya. Mereka juga mendapatkan pengalaman mengembangkan ide, menerima masukan, melakukan revisi, sekaligus mempertahankan karakter dan suara dalam tulisan.

Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang membangun kepercayaan diri siswa. Mereka mendapatkan pengalaman bahwa gagasan yang dimiliki dapat dikembangkan melalui proses hingga menjadi karya yang dapat dibagikan kepada orang lain.

Dengan demikian, aktivitas literasi tidak berhenti pada kegiatan membaca. Siswa juga belajar memahami isi bacaan, berdiskusi, mengenali perspektif yang berbeda, kemudian mengolah pemahaman tersebut menjadi tulisan maupun karya kreatif.

Penguatan budaya literasi juga diarahkan agar tidak berhenti di lingkungan sekolah. Sampoerna Academy Grand Pakuwon Surabaya berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya melalui penyerahan buku karya siswa kepada Perpustakaan Umum Surabaya dan Taman Baca Masyarakat (TBM) Surabaya.

Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas akses terhadap bahan bacaan anak sekaligus memperkuat ekosistem literasi di tengah masyarakat.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Dra. Novelija, S.H., mengatakan budaya literasi membutuhkan dukungan ekosistem yang melibatkan berbagai pihak, termasuk sekolah dan perpustakaan.

“Budaya literasi membutuhkan ekosistem, di mana sekolah dan perpustakaan memiliki peran yang saling melengkapi. Sekolah membangun proses belajar yang terstruktur, sementara perpustakaan menyediakan akses terhadap sumber belajar sekaligus ruang bagi anak untuk bereksplorasi. Karena itu, karya siswa yang kami terima hari ini bukan sekadar menjadi koleksi, tetapi juga bagian dari ruang belajar yang dapat dibaca dan menginspirasi anak-anak lainnya. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang, sehingga anak-anak tidak hanya memiliki kebiasaan membaca, tetapi juga mampu memahami, mengeksplorasi, dan berani menghasilkan karya,” ujar Novelija.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penguatan literasi tidak hanya bergantung pada aktivitas membaca di sekolah. Akses terhadap bahan bacaan, ruang untuk berdiskusi, serta kesempatan menghasilkan karya juga menjadi bagian dari proses membangun budaya literasi di masyarakat.

Palupi mengatakan upaya tersebut merupakan bagian dari pembentukan kebiasaan belajar yang diharapkan dapat terus dibawa siswa dalam perjalanan pendidikan mereka.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menumbuhkan kebiasaan belajar yang dapat dibawa siswa dalam perjalanan mereka ke depan. Kami berharap literasi dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kepercayaan diri, dan keberanian siswa untuk terus mengeksplorasi hal-hal baru, sehingga mereka tumbuh sebagai pembelajar yang aktif dan mampu menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk menciptakan sesuatu yang bermakna,” tutup Palupi.

Berita Terbaru

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Puluhan warga Lingkungan Trunodangsan, Kelurahan Tambakbayan, Kabupaten Ponorogo, menyegel sebuah outlet yang diduga menjual m…

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kendal Tornado FC langsung memasang target tinggi pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027. Tim asal Kendal tersebut m…

Dukung Kebijakan Ning Ita, Plt Camat Kranggan Siap Aktifkan Siskamling dan Poskamling

Dukung Kebijakan Ning Ita, Plt Camat Kranggan Siap Aktifkan Siskamling dan Poskamling

Jumat, 11 Sep 2026 10:21 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 10:21 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Perangkat RT/RW seluruh Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto diimbau untuk mendukung pengaktifan sistem keamanan lingkungan …

Agung Mulyono Absen Paripurna, 2 Raperda Jawaban Fraksi Tak Ada yang Baca

Agung Mulyono Absen Paripurna, 2 Raperda Jawaban Fraksi Tak Ada yang Baca

Jumat, 11 Sep 2026 10:12 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 10:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur, Kamis (10/9/2026), menyisakan tanda tanya setelah seluruh 11 anggota Fraksi Partai Demokrat tidak …

Prabowo, Kerahkan 11 Kapal Gabungan Cari 5 Jurnalis

Prabowo, Kerahkan 11 Kapal Gabungan Cari 5 Jurnalis

Jumat, 11 Sep 2026 08:00 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 08:00 WIB

SURABAYAPAGI.com – Presiden Prabowo menginstruksikan pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau. Instruksi tersebut langsung d…

Raisya Bawazier, Dapat Nafkah Pasca Cerai Rp 120 juta

Raisya Bawazier, Dapat Nafkah Pasca Cerai Rp 120 juta

Jumat, 11 Sep 2026 07:57 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 07:57 WIB

SURABAYAPAGI.com – Aktris Raisya Bawazier menerima total nah pasca-perceraian sebesar Rp 120 juta dari suaminya, Muhammad Zidan. Kesepakatan tersebut d…