SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekolah yang diproyeksikan menjadi pusat pendidikan unggulan bagi masyarakat prasejahtera, yakni Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 2 Surabaya yang saat ini telah memasuki tahap finishing, dipastikan siap menyambut Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli mendatang.
Sebagian besar fasilitas utama sekolah telah rampung dikerjakan. Termasuk infrastruktur asrama seperti tempat tidur dan lemari, ruang kelas, hingga sarana olahraga mumpuni berupa lapangan basket dan mini soccer yang dirancang khusus untuk mengakomodasi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Khususnya mereka yang terdaftar dalam kelompok desil 1 dan desil 2.
Baca juga: MPLS SDN Airlangga 1 Ikut Membersamai Anak Berkebutuhan Khusus
"Hampir semua fasilitas sudah selesai. Yang belum tuntas tinggal peralatan laboratorium, tetapi minggu ini dijadwalkan selesai. Sehingga saat MPLS nanti, semuanya sudah lengkap dan siap digunakan," ujar Kepala Badan Komunitas RI Muhammad Qodari meninjau langsung kesiapan fisik bangunan sekolah yang berlokasi di Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, Rabu (29/07/2026).
Baca juga: Selama Momentum MPLS, BPBD Magetan Ajak para Siswa Sadar Bencana Sejak Dini
Sehingga, diharapkan dengan kehadiran sekolah itu menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan dan mengangkat harkat martabat keluarga prasejahtera melalui jalur pendidikan berkualitas. Untuk tahap awal operasional, manajemen sekolah masih dikelola dalam sistem terpadu yang mencakup tiga jenjang pendidikan sekaligus: SD, SMP, dan SMA.
Baca juga: MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jombang Mundur 31 Juli Imbas Fasilitas Belum Siap
Sedangkan terkait jumlah peserta didik, total siswa yang akan menempuh pendidikan di SR Terintegrasi 2 Surabaya mencapai 370 anak. Sebanyak 100 orang di antaranya merupakan murid dari Sekolah Rakyat Rintisan, sementara 270 siswa lainnya adalah peserta didik baru dari wilayah Surabaya. Dengan kesiapan infrastruktur dan manajemen, SR Terintegrasi 2 Surabaya diharapkan menjadi motor penggerak pendidikan inklusif di Jawa Timur. Sekaligus memberikan harapan baru bagi ratusan siswa yang akan memulai tahun ajaran baru pekan ini. sb-04/dsy
Editor : Redaksi