SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Meski telah antusias menjadi tuan rumah, nyatanya Kota Surabaya ternyata gagal menjadi tuan rumah gelaran final Piala Presiden 2026. Meski demikian, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut ada sejumlah pertimbangan dari pihak penyelenggara yang harus dihormati.
"Silakan dulu Pak Eri tolong dijawab, kenapa Bapak mau semifinal-final tapi tidak ini (digelar di Surabaya), Pak Eri? Gimana itu? Padahal orang Surabaya senang kan?," tanya Maruar kepada Eri.
Baca juga: Perkuat Satgas Anti Premanisme, Pemkot Surabaya: Warga Diminta Tak Takut Lapor
Lebih lanjut, Eri mengatakan, Surabaya sebenarnya menyambut baik kesempatan menjadi tuan rumah babak semifinal dan final. Namun, keputusan tersebut mempertimbangkan berbagai aspek yang menjadi kewenangan pihak lain. Namun, Eri hanya menegaskan Surabaya siap dari sisi keamanan dan akan mengikuti keputusan penyelenggara.
Baca juga: Perhatikan Kesehatan Mata Guru PAUD, Pemkot Surabaya Bagikan Kacamata dan Cek Kesehatan Gratis
"Kita juga senang Pak Menteri, tapi kan ada pertimbangan PSSI dan pertimbangan yang lainnya, ya kita kan mengikut saja. Pertimbangan dari teman-teman PSSI dan lainnya. Kan kita ngikut keputusan saja. Jadi ya Surabaya itu kan aman, sudah ya pasti. Tapi ada ketentuan yang lainnya, maka tadi kita bilang kalau hari ini tidak bisa, di berikutnya periode berikutnya kita meminta untuk di Surabaya," tambahnya.
Meski pada tahun ini hanya dipercaya menggelar fase penyisihan grup, Eri menyambut positif kepercayaan tersebut. Ia berharap pada penyelenggaraan berikutnya Surabaya dapat menjadi tuan rumah babak semifinal maupun final. Menurutnya, atmosfer sepak bola di Surabaya memiliki daya tarik tersendiri karena mampu menyatukan masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Baca juga: Wujudkan Bansos Tepat Sasaran, Pemkot Dorong Layanan Perlinsos Digital Lebih Transparan
"Sehingga pada waktu penentuan, penentuan terkait dengan semi final dan final itu di luar kewenangan kami. Saya berharap suatu saat Surabaya ini dipilih untuk menjadi tempat semi final dan final, bukan hanya tempat penyisihan grup saja. Karena ini menjadi pengobat rindu ya, terkait dengan kebersamaan, jalan bersama, terus menuju ke stadion. Karena di sini kita akan hilang kita dari mana, kita siapa, tapi sepak bola ini adalah pemersatu masyarakat, khususnya Kota Surabaya," pungkasnya. sb-05/dsy
Editor : Redaksi