Hadapi Dampak El Nino, Pemkot Surabaya dan BMKG Perkuat Langkah Mitigasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Irvan Widyanto. SP/Pemkot Surabaya
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Irvan Widyanto. SP/Pemkot Surabaya

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna menghadapi dampak fenomena El Nino, Pemerintah Kota Surabaya bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat mengoptimalkan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan warga. Pasalnya, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya bencana. 

Dimana, fenomena El Nino tersebut diprakirakan masih berlangsung hingga Februari 2027. Sedangkan terkait, upaya mitigasi dan edukasi dilakukan secara berkelanjutan melalui sekolah, pondok pesantren, lingkungan warga, hingga media sosial. "Kondisi tersebut berpotensi membuat cuaca Surabaya lebih kering dan memundurkan awal musim hujan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Irvan Widyanto, Minggu (13/09/2026).

Sehingga, pihaknya juga turut menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan dan warga tetap dapat beraktivitas seperti biasa dengan meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap paparan panas, ketersediaan air bersih, serta potensi kebakaran akibat kondisi lingkungan yang lebih kering.

"Kita harus selalu waspada karena ketika paparan sinar matahari berlangsung terus-menerus, kekeringan dapat meningkat. Kondisi tersebut membuat bahan-bahan di sekitar menjadi lebih mudah terbakar," katanya.

Meski demikian, pihaknya menegaskan warga untuk tidak membakar sampah di lahan terbuka menyusul dalam kondisi kering, api lebih mudah menjalar dan dapat memicu kebakaran, termasuk di kawasan permukiman.

Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi tubuh ketika beraktivitas di luar rumah karena saat matahari sedang terik, aktivitas luar ruangan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi cuaca. Hal itu karena, fenomena tersebut dapat mempengaruhi pola cuaca di Indonesia, terutama dengan menurunkan curah hujan dan membuat kondisi kemarau lebih kering. sb-06/dsy

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…