Pemkot Luncurkan Lomba Pisang Danor, Kurangi Timbulan Sampah ke TPA

surabayapagi.com
Peluncuran Lomba Pisang Danor digelar di Graha YKP, Jalan Penjaringan Sari No. 39, Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya mengurangi timbulan sampah yang dikirim ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) hingga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meluncurkan Lomba Pisang Danor (Pemilahan Sampah Anorganik dan Organik) Tahun 2026, yang digelar di Graha YKP, Jalan Penjaringan Sari No. 39, Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya.

Lomba Pisang Danor merupakan kompetisi edukatif yang bertujuan mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak tingkat rumah tangga dan diharapkan mendorong masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Baca juga: Kurangi Timbunan Sampah TPA Benowo, Wali Kota Instruksikan ASN Surabaya Pilah Sampah dari Rumah

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, persoalan sampah tidak akan pernah selesai apabila masyarakat belum memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan di Surabaya merupakan sampah organik yang sebenarnya dapat diolah langsung dari rumah.

“Kalau kita ini tidak cinta kepada lingkungan, maka sampah itu tidak akan pernah selesai. Dan sampah yang paling banyak (dihasilkan) itu adalah sampah organik,” kata Eri, Kamis (06/08/2026).

Baca juga: MPLS SRT 2 Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Dorong Pelajar Jadi Pemimpin Berkarakter

Eri meyakini, apabila sampah organik dapat dikelola di tingkat rumah tangga, beban pengangkutan maupun pengolahan sampah akan berkurang secara signifikan. Dan saat ini, Pemkot Surabaya saat ini membayar biaya tipping fee di TPA Benowo sekitar Rp217.000 per ton. Karena itu, masyarakat diajak mulai memilah dan mengolah sampah dari rumah agar anggaran pengelolaan sampah dapat ditekan dan dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih bermanfaat.

“Sampah organik ini kalau itu bisa dikelola sampai rumah, maka sebenarnya biaya sampah itu berkurang,” ujarnya.

Baca juga: Penataan Aset Daerah, Pemkot Surabaya Bongkar Bangunan Eks Kompleks Pasar Kedurus

Melalui Lomba Pisang Danor, Eri berharap kebiasaan memilah sampah dapat tumbuh dari lingkungan keluarga hingga tingkat kampung. Program tersebut juga menjadi tahapan awal sebelum pelaksanaan Lomba Kampung Pancasila. Eri juga optimistis gerakan tersebut akan berhasil dengan dukungan fasilitator lingkungan (Faskel), kader PKK, dan pengurus RW. sb-03/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru