Tangani Kebakaran TNBTS, Pemkab Pasuruan Kerahkan 3 Kendaraan Tangki Air hingga Helikopter

surabayapagi.com
Pemkab Pasuruan mengerahkan tiga kendaraan tangki air dan satu unit kendaraan pemadam kebakaran. SP/PSR

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Sebagai langkah strategis dalam memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Kabupaten Pasuruan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mengerahkan tiga kendaraan tangki air dan satu unit kendaraan pemadam kebakaran. Dimana, api masih membakar kawasan hutan dan lahan di area Bukit Pusung Dhuwur, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, dengan kondisi medan terjal dan angin kencang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengungkapkan, kondisi angin kencang menyebabkan kobaran api melompati akses jalan raya yang menghubungkan kawasan Bukit Pusung Dhuwur sisi timur dan barat sehingga api berpotensi meluas.

Baca juga: Selain Vegetasi, TNBTS Lumajang Temukan Kijang Mati Terbakar Saat Karhutla

"Hingga hari ini, Selasa (11/8) memasuki hari kesepuluh dan belum sepenuhnya padam. Apinya terus berkobar karena dibawa angin yang kencang. Petugas juga dibantu dengan satu kendaraan pemadam milik Komando Distrik Militer 0819 Pasuruan" jelasnya, Rabu (12/08/2026).

Baca juga: Lagi! Bukit Sentong Ranupani Lumajang Terbakar, Satu Hektare Lahan Ludes

Selain itu, upaya pemadaman dengan helikopter melalui metode pengeboman air terus dilakukan sejak pagi. Sehingga, kebakaran di Pegunungan Argowulan dekat Penanjakan Tosari telah berhasil dipadamkan, sedangkan titik api di kawasan Pakis Bincil dan Dingklik masih belum sepenuhnya padam.

Baca juga: Kebakaran Warung PKL di Lidah Wetan, Listrik Ratusan Rumah Warga Padam

Dan diketahui sebanyak sekitar 100 orang terlibat dalam pemadaman manual untuk mengendalikan kobaran api yang masih terjadi di sejumlah titik kawasan TNBTS tersebut. "Sekarang ini sudah memasuki hari kesepuluh pascakebakaran pertama di Lumajang dan mudah-mudahan volume kebakarannya semakin mengecil," kata Sugeng. ps-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru