SURABAYA PAGI, Ponorogo -Setelah lebih dari empat dekade berpisah, para alumni SDN 1 Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kembali dipertemukan dalam suasana penuh keakraban. Sebanyak 18 alumni angkatan tahun 1980 mengikuti temu kangen di rumah makan Rest Area Goa Lowo, Kecamatan Sampung, Sabtu (22/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk kembali mengenang masa sekolah dasar sekaligus mempererat tali silaturahmi setelah masing-masing alumni menjalani kehidupan di berbagai daerah dan bidang pekerjaan.
Baca juga: Alumni Akpol 1991 Bagikan 3.000 Sembako untuk Warga Sidoarjo
Ketua panitia temu kangen, Iswahyudi Dwi Miyosi, mengatakan para peserta merupakan teman satu kelas saat duduk di bangku SDN 1 Sampung. Ketika itu, satu kelas terdiri dari sekitar 60 siswa.
“Kita temu kangen, karena sudah 44 tahun baru ketemu sama teman-teman SD lulusan tahun 80 SDN Sampung 1,” kata Iswahyudi.
Dari sekitar 60 teman satu kelas, baru 18 orang yang dapat hadir dalam temu kangen tersebut. Sebagian alumni lainnya telah meninggal dunia, sementara sebagian lain tinggal di luar kota bahkan di luar Pulau Jawa.
Iswahyudi menyebut sejumlah alumni rela menempuh perjalanan dari luar daerah untuk menghadiri pertemuan tersebut. Di antaranya dari Jakarta, Pacitan, dan Surabaya.
“Hari ini paling jauh yang datang ya Mas Gede dari Jakarta, Pak Sumani dari Pacitan, Mbak Ina dari Surabaya. Lainnya lokasi sini saja,” ujarnya.
Salah satu alumni yang hadir adalah Gede Edy Prasetya, yang kini menjabat sebagai Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Energi Sumber Daya Mineral di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Bagi Gede, pertemuan tersebut bukan sekadar reuni. Berkumpul kembali dengan teman-teman masa kecil membuat kenangan ketika masih duduk di bangku sekolah dasar kembali hadir.
“Saya bahagia karena ketemu lagi. Ini kayak kembali ingatan kita kepada waktu-waktu SD. Senanglah, bahagialah,” ujar Gede.
Menurut dia, suasana temu kangen terasa seperti membawa mereka kembali ke masa lalu. Meski telah puluhan tahun tidak bertemu dan kini memiliki kehidupan serta profesi yang berbeda, para alumni tetap dapat bercanda dan berbincang dengan akrab.
“Teman-teman masih sehat, masih kuat, masih bisa bersenda gurau seperti yang dulu, enggak ada sekat dan lain sebagainya,” katanya.
Pertemuan tersebut juga menjadi gambaran perjalanan panjang para alumni. Dari satu ruang kelas di SDN 1 Sampung, mereka kemudian menjalani kehidupan masing-masing di berbagai daerah dengan profesi yang beragam.
Iswahyudi berharap pertemuan tersebut dapat menjadi penyemangat sekaligus menjaga hubungan baik di antara para alumni.
“Harapannya kita lebih semangat karena bisa ketemu teman kita, karena kita sebagai orang desa bisa ada yang menjadi pejabat,” ujarnya.
Ia juga berharap lebih banyak alumni dapat bergabung dalam pertemuan berikutnya, termasuk mereka yang kini tinggal jauh dari Ponorogo.
Sementara itu, Gede berharap kegiatan temu kangen tersebut tidak berhenti pada satu pertemuan. Ia ingin reuni alumni SDN 1 Sampung tahun 1980 dapat digelar secara rutin.
“Harapannya, semoga teman-teman selalu sehat, panjang umur, sejahtera, bahagia. Bisa ketemu lagi. Setiap tahun bisa reuni,” kata Gede.
Gagasan tersebut langsung mendapat sambutan dari para alumni yang hadir. Mereka berharap reuni berikutnya dapat mempertemukan lebih banyak teman satu kelas yang belum sempat hadir.
Bagi para alumni SDN 1 Sampung tahun 1980, pertemuan di Goa Lowo bukan sekadar reuni. Setelah lebih dari empat dekade menjalani kehidupan masing-masing, mereka kembali duduk bersama, berbagi cerita, dan menghidupkan kembali kenangan masa kecil yang pernah mereka lalui di bangku sekolah dasar. roh
Editor : Redaksi