Dorong Tabungan Digital Warga, Pemkab Jombang Luncurkan Smart Card Beresin Sampah

surabayapagi.com
Peluncuran Smart Card Beresin Sampah di Ruang Bung Tomo, Kantor Pemkab Jombang. SP/JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Sebagai langkah modernisasi pengelolaan limbah rumah tangga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang meluncurkan inovasi Smart Card Beresin Sampah, dimana warga diajak memilah sampah langsung dari rumah sekaligus memperoleh insentif ekonomi secara transparan.

Program baru ini disiapkan untuk mengubah paradigma limbah rumah tangga menjadi komoditas ekonomi yang membawa manfaat nyata bagi keluarga dan secara otomatis pada kartu pintar ini menjadi solusi atas kelemahan administrasi bank sampah manual di tingkat desa. 

Baca juga: Mulai Pilah dari Rumah, Pemkab Catat Produksi Sampah di Jombang Tembus 530 Ton per Hari

Lewat integrasi data secara digital, seluruh transaksi penimbangan dan konversi nilai sampah warga tercatat secara akurat serta dapat dipantau transparan. Penerapan inovasi ini secara langsung memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis kelestarian lingkungan di wilayah Jombang, Rabu (09/09/2026).

Baca juga: Prioritaskan Fasilitas Penunjang, Jombang Tunda Perluasan Terminal Barang Glagahan

Oleh karenanya, Pemkab Jombang optimistis kemudahan sistem tabungan digital dapat mendongkrak partisipasi aktif masyarakat dalam menyetor sampah terpilah. Pasalnya, program ini menyempurnakan inisiatif lingkungan yang telah berjalan. Layanan digital ini memperkuat Gerakan Jombang Resik milik DLH dan Gerakan Sampah Sayang bentukan TP PKK Kabupaten Jombang.

DLH menargetkan penguatan kelembagaan bank sampah berbasis digital ini dapat memicu peningkatan kualitas serta kuantitas Kampung Proklim. Tata kelola sampah yang tertib menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan iklim di tingkat tapak.

Baca juga: Progres Capai 91 Persen, Sekolah Rakyat di Jombang Siap Berjalan Juli 2026

Wakil Bupati Jombang Gus Salmanudin, juga menegaskan pentingnya menghubungkan aksi pemilahan sampah dengan potensi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Sehingga, keberadaan tabungan sampah digital diharapkan dapat menjadi stimulus ekonomi tambahan bagi tiap rumah tangga. jb-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru