Pakai BMN, Pemkab Probolinggo Jadikan GWS Pusat Ekonomi di Bromo

surabayapagi.com
Bupati Probolinggo Mohammad Haris bersama Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Jawa Timur Denny Kumara serah terima hibah GWS. SP/PRB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mendorong pusat ekonomi di kawasan wisata Gunung Bromo, menggunakan penerimaan hibah Barang Milik Negara (BMN) berupa aset bangunan Gerbang Wisata Sukapura (GWS) senilai sekitar Rp28 miliar dari pemerintah pusat.

Pasalnya, kawasan Sukapura memiliki posisi strategis sebagai bagian dari ekosistem pariwisata Bromo, sehingga pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan pemerintah pusat harus diikuti dengan pengelolaan yang optimal agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Pemkab Pasangi Stiker 'Avatar' di Seluruh Kendaraan Dinas di Probolinggo

"Kami mengapresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam pembangunan dan penataan kawasan pariwisata di Kabupaten Probolinggo," ujar Bupati Probolinggo Muhammad Haris, Kamis (10/09/2026).

Baca juga: Tingkatkan Luas Tanam, Pemkab Probolinggo Genjot Gerakan Tanam Padi

Sedangkan terkait untuk aset yang selama ini dikenal wisatawan sebagai Gerbang Wisata Bromo tersebut kini telah berkembang menjadi salah satu simpul aktivitas wisata dan ekonomi di jalur menuju kawasan Gunung Bromo. Sehingga, selain menjadi tempat istirahat wisatawan, GWS juga telah dimanfaatkan sebagai pusat UMKM, kuliner, pusat cinderamata hingga pasar hasil bumi masyarakat kawasan Bromo.

Hibah tersebut merupakan bagian dari kegiatan Penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru (BTS) Tahap IV Kawasan Sukapura. GWS juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Mulai dari pasar sayur, pendopo, sentra UMKM, pusat kuliner, pusat cinderamata hingga sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Baca juga: Pemkab Probolinggo Dorong Percepatan Pendaftaran Deskripsi IG Kopi Arabika Krucil

Pemkab Probolinggo juga berencana mendorong GWS agar semakin hidup melalui berbagai kegiatan dan event masyarakat agar sektor perekonomian juga bisa berputar di sana. Selama dua tahun terakhir, Pemkab Probolinggo terus melakukan upaya jemput bola dengan memaksimalkan keterlibatan pelaku UMKM dalam pemanfaatan kawasan tersebut, sehingga sebanyak 43 kios telah terisi dan dimanfaatkan pelaku UMKM. pr-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru