SURABAYAPAGI com, Ponorogo — Lebih dari 10.000 alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bersiap kembali ke Ponorogo, Jawa Timur, untuk mengikuti Reuni Akbar dalam rangkaian puncak Peringatan 100 Tahun Gontor.
Baca juga: Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras
Alumni dari berbagai generasi, daerah, profesi, hingga sejumlah penjuru dunia dijadwalkan berkumpul dalam rangkaian Resepsi Kesyukuran dan Reuni Akbar yang berlangsung pada 18-20 September 2026.
Informasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers Peringatan 100 Tahun Gontor di Menara, lantai 1 Pondok Modern Darussalam Gontor, Senin (14/9/2026).
Konferensi pers tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum Penyelenggaraan Peringatan 100 Tahun Gontor Ustadz Khoirul Umam, Ketua Penyelenggaraan Reuni Akbar Peringatan 100 Tahun Gontor Ustadz Ahmad Suharto, serta Ketua Pelaksana Teknis Lapangan Ustadz Riza Ashari.
Ketua Penyelenggaraan Reuni Akbar Peringatan 100 Tahun Gontor, Ustadz Ahmad Suharto, mengatakan Reuni Akbar menjadi momentum kepulangan keluarga besar Gontor.
Gelombang alumni dari berbagai daerah, bahkan dari sejumlah penjuru dunia, diperkirakan akan memadati Ponorogo untuk mengikuti rangkaian peringatan satu abad Gontor.
“Berdasarkan data, alumni yang telah terdata berasal dari rentang Marhalah 1963 hingga Marhalah 2025. Jumlahnya telah mencapai lebih dari 10.000 alumni dan diperkirakan masih akan bertambah hingga hari pelaksanaan,” ujar Ahmad.
Menurut dia, kehadiran alumni lintas generasi tersebut menunjukkan kesinambungan hubungan antara Gontor dan para alumninya, meskipun mereka kini telah menjalani kehidupan di berbagai ruang dan bidang yang berbeda.
Ahmad menambahkan, animo alumni untuk kembali ke almamater cukup besar. Bahkan, sebagian alumni rela menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki maupun mengendarai sepeda motor demi menghadiri Reuni Akbar.
“Perjuangan tersebut menjadi gambaran kuatnya ikatan emosional dan rasa memiliki para alumni terhadap almamater mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Penyelenggaraan Peringatan 100 Tahun Gontor, Ustadz Khoirul Umam, mengatakan terdapat tiga agenda besar dalam perayaan satu abad Gontor, yakni syiar, khidmat, dan legacy.
Seluruh rangkaian tersebut diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai yang diwariskan para Trimurti sekaligus meneguhkan arah perjalanan Gontor menuju abad kedua.
Rangkaian puncak Peringatan 100 Tahun Gontor dimulai Jumat (18/9/2026). Agenda diawali dengan Khotmul Quran dan dilanjutkan Sujud Syukur Seluruh Alumni.
Pemilihan hari Jumat bukan tanpa alasan. Hari tersebut dipilih salah satunya berdasarkan usulan K.H. Hasan Abdullah Sahal karena Jumat merupakan “Sayyidul Ayyam” dari hari-hari yang lain.
Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Bansos Ponorogo, Kejari Beri Sinyal Bulan Ini Rampung Pasca Audit BPKP
Kemudian pada Sabtu (19/9/2026), digelar Resepsi Kesyukuran yang turut mengundang tamu-tamu kenegaraan. Agenda tersebut menjadi salah satu kegiatan utama untuk mensyukuri perjalanan Gontor sekaligus merefleksikan perjuangan pendidikan selama satu abad.
Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan Malam Keakraban bagi alumni muda dan Malam Tasliyah bagi alumni sepuh.
Sementara itu, puncak pertemuan alumni digelar Ahad (20/9/2026) melalui Reuni Akbar.
“Alumni lintas zaman, daerah, dan profesi akan berkumpul dalam agenda tersebut. Reuni Akbar dimaknai sebagai kepulangan para alumni kepada ‘ibu kandung’ untuk mengecas kembali niat dan semangat baru sebelum kembali berkiprah di tengah masyarakat,” jelasnya.
Khoirul Umam juga mengungkapkan sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir dalam Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor yang digelar pada 19 September 2026.
Tokoh yang disebut antara lain Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 K.H. Ma’ruf Amin.
Selain itu, tamu yang diundang meliputi duta besar dari berbagai negara, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, hingga kiai pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
“Duta besar dari berbagai negara, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, hingga kiai pesantren dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bagian dari Resepsi Kesyukuran yang digelar untuk menandai perjalanan pendidikan Gontor selama satu abad,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana Teknis Lapangan Ustadz Riza Ashari mengatakan arus kedatangan alumni dari berbagai daerah diperkirakan turut meningkatkan mobilitas masyarakat di Ponorogo.
Kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap sektor usaha kecil dan menengah, kuliner, transportasi, penginapan, hingga hotel.
“Untuk mengantisipasi tingginya mobilitas tersebut, panitia telah melakukan berbagai persiapan. Persiapan meliputi pendataan alumni, koordinasi dengan perwakilan angkatan, pengaturan kedatangan, penyediaan sarana dan prasarana, hingga koordinasi keamanan dengan pihak berwajib,” ungkapnya.
Dengan jumlah alumni yang telah terdata menembus 10.000 orang dan masih berpotensi bertambah hingga hari pelaksanaan, Reuni Akbar menjadi salah satu agenda terbesar dalam rangkaian Peringatan 100 Tahun Gontor.
Bagi keluarga besar Gontor, momentum tersebut bukan sekadar pertemuan alumni, melainkan menjadi penanda perjalanan satu abad pendidikan sekaligus titik awal untuk memasuki abad kedua. Roh
Editor : Redaksi