Perkuat Mitigasi Bencana Gempa Bumi, Pemkot Surabaya Gandeng Ahli Geologi

surabayapagi.com
Para peserta mengikuti pelatihan di lingkungan BPBD Kota Surabaya. SP/ Pemkot Surabaya

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna memperkuat mitigasi bencana gempa bumi dari keberadaan patahan atau sesar aktif di wilayah Surabaya dan sekitarnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menggandeng ahli geologi.

Adanya langkah mitigasi ini memperkuat hasil survei terbaru Pemkot Surabaya bersama tim ahli geologi terkait keberadaan dua patahan aktif dari sistem Sesar Kendeng yang melintasi Kota Surabaya, yaitu Patahan Surabaya dan Patahan Waru.  Sehingga, kedua patahan ini memiliki karakteristik patahan naik (thrust fault). 

Baca juga: Lewat Kegiatan Mini Job Fair, Pemkot Surabaya Tawarkan 450 Lowongan Kerja

Aktivitas geologis ini ditandai dengan adanya dorongan dari bawah permukaan bumi yang secara perlahan mengangkat lapisan tanah dan membentuk bukit-bukit memanjang di wilayah kota. "Upaya mitigasi ini kita lakukan mulai dari usia dini, dari tingkat PAUD hampir setiap hari kita latih, lalu ke sekolah-sekolah dari SD, SMP, hingga SMA," ujar Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto, Kamis (17/09/2026).

Baca juga: Pemkot Masifkan Edukasi Pencegahan Kebakaran saat Musim Kemarau di Surabaya

Sementara itu, terkait materi edukasi berfokus pada langkah penyelamatan diri, penentuan titik kumpul, hingga bantuan untuk keluarga saat gempa terjadi. Masyarakat diimbau tidak panik dan berlari sembarangan saat gempa, melainkan menerapkan prinsip hold and cover. 

"Yang utama adalah hold and cover, mencari benda untuk menutupi kepala dan leher, berlindung di bawah meja, atau di area triangle of life (segitiga kehidupan). Selain ke sekolah, penyisiran edukasi mitigasi juga terus kami jalankan setiap hari ke pesantren, rumah sakit, gedung bertingkat, hingga ke masyarakat melalui Kampung Pancasila," tuturnya.

Baca juga: Hadapi Laporan Krisis Laporan Psikologis, Pemkot Surabaya Bekali ‘Call Taker’

Sedangkan untuk saat ini, patahan Surabaya teridentifikasi bergerak dan terdorong sekitar 4 sentimeter per tahun, sedangkan Patahan Waru bergerak sekitar 3 sentimeter per tahun. "Pergerakan aktif dari kedua sesar ini terus menghasilkan gempa-gempa berskala mikro, dengan rentang magnitudo 1 hingga 3. Meski getarannya sangat kecil dan kerap tidak dirasakan langsung oleh masyarakat, aktivitas mikro ini menjadi bukti valid bahwa sistem sesar tersebut berstatus aktif dan terus bergerak," katanya. sb-06/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru