Harga Daging Sapi di Situbondo Meroket Tembus Rp160 Ribu per Kilogram

surabayapagi.com
Ilustrasi. Penjual daging sapi di pasar Situbondo. SP/ STB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Harga daging sapi yang biasanya berada di kisaran Rp120.000 per kilogram, kini di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyentuh Rp160.000 per kilogram, untuk jenis daging sapi super. Adanya lonjakan harga daging sapi dipicu oleh kenaikan harga sapi yang sudah terjadi sejak dua pekan terakhir.

"Sapinya mahal. Biasanya Rp20 juta, naik jadi Rp25 juta. Mahalnya harga sapi ini pasti harga daging sapi ikut naik," ujar Haji Supri, salah seorang pedagang daging sapi Pasar Panji, Situbondo, Minggu (20/09/2026).

Baca juga: Sejumlah Hotel di Bondowoso Alami Pembatalan Reservasi Imbas Karhutla Kawasan Ijen

Lebih lanjut, Supri mengaku sudah menjual harga daging sapi Rp160.000 per kilogram seiring dengan naiknya harga sapi selam dua pekan terakhir. Katanya, harga ini akan bertahan lama karena sampai saat ini harga sapi terus mengalami kenaikan.

Baca juga: Warga Situbondo Andalkan Mata Air Berwarna Putih Imbas Kemarau Panjang

"Harga sapinya tetap mahal, bahkan masih ada kenaikan harga lagi. Baru kali ini harga daging sapi mahal, meskipun tidak lagi musim Lebaran atau lainnya," bebernya.

Sementara itu, Iman Sugiharto mengatakan bahwa harga sapi di Situbondo mengalami kenaikan yang cukup signifikan mulai dari Rp3 juta hingga Rp5 juta per ekornya. Pasalnya, Pasar Sapi di Kabupaten Situbondo merupakan salah satu pasar hewan terbesar di Jawa Timur. Banyak pedagang dan pembeli dari luar kota yang melakukan transaksi jual beli di pasar hewan ini. Seperti dari Banyuwangi, Jember, Surabaya, Madura, bahkan Solo, Jawa Tengah.

Baca juga: Turun Rp4 Ribu, Harga Ayam Potong di Situbondo Kini Rp36 Ribu per Kilogram

"Sapi mulai berkurang, makanya harganya naik. Salah satunya di Pasar Hewan Sumberkolak, tempat jual beli hewan ternak besar di Situbondo. Kalau di pasar hewan Sumberkolak ini, pedagang dan pembelinya banyak yang dari luar kota. Selain wilayah tapal kuda, banyak juga yang dari Madura hingga Solo, Jawa Tengah," tegasnya. st-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru