Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota Dewan Komisaris perseroan, Adityo Haryo Bimo. Surat pengunduran diri telah diterima manajemen pada 1 November 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/11/2026), manajemen KRAS menyampaikan Adityo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisaris Krakatau Steel. Corporate Secretary KRAS, Parya Budi Harta mengatakan pengunduran diri tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha perseroan.

“Informasi ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional Perseroan,” ujarnya dalam keterbukaan informasi. Adityo tercatat menjabat sebagai Komisaris Krakatau Steel sejak 25 Juni 2025. Sebelum bergabung dengan perusahaan baja pelat merah tersebut, ia pernah menduduki posisi Director of Sales PT Bali Mukti. Pengunduran diri Adityo terjadi setelah Krakatau Steel melakukan perombakan jajaran pengurus melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (7/9/2026).

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

Dalam RUPSLB, pemegang saham menetapkan Willgo Zainar sebagai Direktur Utama menggantikan Muhamad Akbar. Selain itu, pemegang saham mengangkat Thomas Christian sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menggantikan Daniel Fitzgerald. Sebelum dipercaya memimpin jajaran direksi, Willgo Zainar diketahui menjabat sebagai Komisaris Independen Krakatau Steel.

Baca juga: IHSG Menguat di Tengah Pasar Cermati Perkembangan Regulasi dan MSCI

Di tengah perubahan jajaran pengurus, Krakatau Steel juga terus menjalankan langkah restrukturisasi dan efisiensi yang mendapat dukungan dari Danantara. Upaya tersebut mulai menunjukkan perbaikan terhadap kinerja operasional perseroan. Sepanjang semester I-2026, volume penjualan baja Krakatau Steel mencapai 614.260 ton, melonjak 30,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan volume penjualan mencerminkan pemulihan aktivitas bisnis perseroan sekaligus meningkatnya kontribusi Krakatau Steel memenuhi kebutuhan pasokan baja di pasar domestik. Sejalan dengan kenaikan volume penjualan, Krakatau Steel membukukan pendapatan 622,7 juta dollar AS atau setara Rp 11,15 triliun. kc/ec/dhik

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru