Enny Sri Hartati mengatakan jika pengisian ulang u

Uang Elektronik Dianggap Membebani Masyarakat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) segera mengeluarkan aturan terkait biaya isi ulang uang elektronik. Biaya tersebut menurut BI untuk meningkatkan kualitas infrastruktur seperti sarana pengisian yang lebih banyak. Ekonom Ekonom The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan jika pengisian ulang uang elektronik kena biaya maka akan terjadi disinsentif karena saat ini gerakan nasional non tunai (GNNT) sedang digalakan. "Jika ada cashless society maka harusnya pengguna diberikan kemudahan, ini malah membebani masyarakat. Kadang para elit pengambil kebijakan kurang memperhatikan kondisi masyarakat jadi langsung ambil keputusan," kata Enny saat dihubungi SurabayaPagi, Jumat (15/9/2017). Dia menjelaskan, saat ini uang elektronik tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pembayaran di toko ritel atau jalan tol. Seperti pembayaran di TransJakarta sampai kereta commuterline juga bisa digunakan. "Kita masih lihat kan banyak antrean di stasiun pada loket pengembalian uang atau refund. Ini karena banyak masyarakat yang merasa membeli kartu uang elektronik itu mahal di kisaran Rp 25.000. Kalau untuk yang menengah ke atas itu kecil dan tidak masalah," ujar dia. Menurut Enny alasan pengenaan biaya untuk membantu bank dalam penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur kurang tepat. Pasalnya, ketika bank mengeluarkan suatu produk, bank tersebut sudah harus menyiapkan diri untuk berinvestasi. "Jadi bank yang harus berinvestasi, jangan membebani masyarakat. Pasti bank sudah memiliki perhitungan saat mengeluarkan produk. Jadi jangan memanjakan satu pihak saja," ujar dia.(Riz)
Tag :

Berita Terbaru

Jawab Dinamika Ekonomi, AXA Mandiri Hadirkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS

Jawab Dinamika Ekonomi, AXA Mandiri Hadirkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS

Kamis, 29 Jan 2026 20:58 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 20:58 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) meluncurkan Asuransi Mandiri Wealth Signature USD sebagai produk terbarunya di awal…

Perkuat Layanan Nasabah Affluent, HSBC Hadirkan Wealth Center di Surabaya

Perkuat Layanan Nasabah Affluent, HSBC Hadirkan Wealth Center di Surabaya

Kamis, 29 Jan 2026 20:23 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 20:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Mengawali tahun 2026, PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) meresmikan Wealth Center terbarunya di Surabaya. Kehadiran fasilitas ini …

Pratikno hingga Tito Karnavian, Ditiup akan Direshuffle

Pratikno hingga Tito Karnavian, Ditiup akan Direshuffle

Kamis, 29 Jan 2026 20:05 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 20:05 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi, Ketua Komisi I DPR Utut Adianto dan Wamenkeu Thomas Djiwandono, Bereaksi     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Isu perombakan atau re…

Perseteruan Dua Dokter, Tarik Komisi Yudisial

Perseteruan Dua Dokter, Tarik Komisi Yudisial

Kamis, 29 Jan 2026 20:03 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 20:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Perseteruan antara Dokter Richard Lee dan Doktif, soal produk dan layanan kecantikan, berbias. Doktif, tarik Komisi Yudisial (KY),…

Menteri Bappenas, Tegaskan MBG Lebih Mendesak Ketimbang Pekerjaan

Menteri Bappenas, Tegaskan MBG Lebih Mendesak Ketimbang Pekerjaan

Kamis, 29 Jan 2026 20:01 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 20:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menekankan…

PB XIV Berganti Nama Pakubuwono XIV, Lawannya Dekati Menbud

PB XIV Berganti Nama Pakubuwono XIV, Lawannya Dekati Menbud

Kamis, 29 Jan 2026 19:58 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 19:58 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Solo - Pihak Paku Buwono (PB) XIV Purbaya kembali mengajukan permohonan perubahan nama usai sebelumnya ditolak oleh di Pengadilan Negeri (PN)…