Presiden Filipina Tak Ragu Ledakkan Masjid

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Manila - Pejabat tinggi militer Filipina mengumumkan bahwa perempuan dan anak-anak akan menghabisi perempuan dan anak-anak yang berperang di pihak ISIS jika tidak menyerah. Pengumuman itu keluar di tengah pasukan pemerintah Filipina bersiap untuk usaha terakhir mereka membebaskan kota Marawi dari para ekstremis. Baik Panglima Angkatan Bersenjata Eduardo Ano dan Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana sepakat bahwa sekarang jumlah militan kurang dari 50. Mereka kehabisan makanan dan amunisi, karenanya Marawi harus direbut kembali bulan ini. "Membunuh pejuang perempuan dan anak-anak diperlukan karena mereka menembak balik dan mereka juga menimbulkan luka pada orang-orang kami," kata Ano seperti dikutip dari Sputnik, kemarin. Meskipun ukuran Maute kecil dan memiliki sumber daya yang terbatas Maute, menetralisir kelompok tidak akan mudah, kata kepala pertahanan. Pasalnya, pemimpin "hardcore" Isnilon Hapilon kemungkinan akan terus berjuang selama mungkin. "Kami tidak melihat bahwa orang-orang ini akan menyerah. Kepada pengikut mereka, kami memohon kepada mereka untuk menyerah sekarang karena mereka akan mati di sana," kata Ano. Jumlah tentara anak yang tinggal bersama kelompok ISIS Maute tidak jelas. "Intelijen kita melihat mereka. Sebenarnya, tentara kita berpikir dua kali untuk menyerang mereka atau tidak, bisa jadi mereka adalah sandera yang diberi senjata api, seperti 'gaya orang-orangan sawah'. Kita harus sangat selektif. Kecuali jika mereka mulai menembak kita kembali, maka kita akan menembak mereka," jelas Ano. Ada bukti bahwa anak laki-laki berusia empat tahun telah direkrut untuk berperang. "Mereka akan melawannya," Ano menambahkan. "Mereka bilang, marilah kita menjadi martir. Kami akan memberi contoh kepada rekan-rekan mereka dan dunia bahwa di Marawi mereka dapat membuat pendirian yang baik dan mereka adalah martir untuk diidolakan dan disembah serta ditiru oleh rekrutan lainnya," ujarnya. Ano memperkirakan bahwa akan dibutuhkan sekitar lebih dari USD977 juta untuk membangun kembali Kota Marawi. Lorenzana mengatakan bahwa para pejabat belum memutuskan apakah akan mengebom masjid tempat Maute bersembunyi. Namun Presiden Filipina Rodrigo Duterte menginginkan komandan di lapangan untuk membuat keputusan akhir. "Kami meminta izin kepada presiden. Dia tidak ingin mengebomnya, tapi dia mengatakan jika mereka masih melakukan perlawanan yang kuat dan tidak akan menyerah serta pasukan kita akan terancam, maka saya menyerahkannya ke komandan lapangan untuk diputuskan," tutur Lorenzana.(ian)
Tag :

Berita Terbaru

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kemampuan literasi anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital. Literasi tidak lagi s…

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Puluhan warga Lingkungan Trunodangsan, Kelurahan Tambakbayan, Kabupaten Ponorogo, menyegel sebuah outlet yang diduga menjual m…

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kendal Tornado FC langsung memasang target tinggi pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027. Tim asal Kendal tersebut m…