Waspada, Pil PCC Beredar di Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pil PCC (paracetamol, caffein, carisoprodol) yang sempat membuat heboh lantaran membuat penggunanya kejang-kejang, bahkan meninggal dunia, kini diduga sudah beredar di Surabaya dan sekitarnya. Ini terungkap setelah Bareskrim Mabes Polri menggerebek rumah yang diduga digunakan sebagai gudang pil PCC itu di daerah Surabaya Timur. Sekitar 1,2 juta butir pil ditemukan di rumah tersebut. Warga di Perumahan Wisma Permai I, Mulyorejo Surabaya dikejutkan dengan penggerebekan oleh polisi. Rumah bernomor 24 yang digerebek tersebut, diketahui ditempati oleh pasutri (pasangan suami istri). Yaitu Haryoko Setiawan (42), warga Kedung Mangu Selatan, Sidotopo Wetan, Kenjeran, Surabaya dan Lilis Wulandari (43), istrinya. Pasutri ini berstatus penyewa di rumah berlantai 2 tersebut. Seorang saksi mata, yaitu Ida Bagus Nyoman Sudjana mengatakan, dirinya menjadi bagian dari penggerebekan tersebut. Sebab oleh polisi, dirinya dimintai ijin sekaligus menjadi saksi penggerebekan. Sebab, dirinya adalah ketua RT setempat. Menurutnya, yang melakukan penggerebekan mengaku dari Bareskrim Mabes Polri. "Mereka datang sekitar pukul 02.30 Wib (Selasa, 19/9/2017 dini hari)," kata Sudjana saat ditemui wartawan di rumahnya. Dalam hitungan matanya, personil Bareskrim ada sekitar 15 orang. Mereka datang ke TKP menggunakan empat mobil. Karena diminta menjadi saksi penggerebekan, Sudjana pun bersama anggota masuk ke dalam rumah yang disewa Haryoko tersebut. Dari pengamatannya, anggota bareskrim mendapati sekitar 10 karung besar di ruang keluarga rumah itu. "Sebagian anggota memeriksa karung besar dan setiap bagian rumah. Sebagian lain, terlihat sedang meminta keterangan penyewa rumah (Haryoko, red)," bebernya. Namun Sudjana tak melihat Lilis, istri Haryoko saat itu. Sepanjang dirinya mengikuti penggeledahan yang dilakukan polisi, dalam benak Sudjana terus muncul rasa penasaran, apa sebenarnya isi karung-karung besar tersebut. Rasa penasaran Sudjana baru sedikit hilang setelah polisi mengeluarkan isi dari salah satu karung itu. "Isinya pil, bungkusnya terlihat seperti kaplet. Kata pak polisi, jumlahnya sekitar 1,2 juta butir. Tapi pil apa, saya kurang tahu," bebernya. Setelah melakukan penggerebekan, penggeledahan dan interogasi terhadap Haryoko, seluruh personil Bareskrim akhirnya meninggalkan TKP sekitar pukul 03.30 Wib. Saat itu pula, Haryoko dibawa serta oleh mereka. Dan pagi harinya, jelang subuh, rumah tersebut akhirnya di police line. Rumah itu sendiri berlantai lantai 2 dengan garasi yang ditutup rolling door di bagian samping rumah. Police line dipasang di pagar rumah tersebut. Masih kata Sudjana, Haryoko dan istrinya sudah tinggal di rumah tersebut sejak dua tahun yang lalu. Selama tinggal di lingkungan RT 06 perumahan tersebut, Haryoko dan istrinya cukup tertutup. Dia jarang berkomunikasi dengan warga lain. Dan kepada Sudjana, Haryoko hanya mengaku bekerja di sebuah perusahaan swasta. Komunikasi yang dilakukan Haryoko hanya dilakukan pada saat ada urusan dengan RT setempat. "Jadi saya baru ketemu dengan dia kalau ada iuran RT yang harus dibayar. Itu saja. Selebihnya kita hanya saling menyapa," ungkap Sudjana. Namun Haryoko sering pergi pagi menggunakan mobil box dan baru pulang pada malam hari. n bkr
Tag :

Berita Terbaru

Warga Desa Tambakrejo Blitar di Temukan Tewas Tenggelam saat Memancing di Laut

Warga Desa Tambakrejo Blitar di Temukan Tewas Tenggelam saat Memancing di Laut

Rabu, 18 Feb 2026 14:17 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 14:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Rudi Purwanto 34 warga Desa Tambakrejo  Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar di temukan tewas di Pantai Gumiling Desa Tambakrejo, di …

RSI Disebut Hanya Boneka, Warga RT 59 Nambangan Lor Protes Gedung Baru 8 Lantai

RSI Disebut Hanya Boneka, Warga RT 59 Nambangan Lor Protes Gedung Baru 8 Lantai

Rabu, 18 Feb 2026 14:02 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 14:02 WIB

‎‎SURABAYA PAGI, Kota Madiun – Polemik pembangunan gedung baru 8 lantai milik RSI Aisyiyah Kota Madiun kian memanas. Dalam audiensi bersama DPRD Kota Madiun, Ra…

Sambut Ramadan, Pemprov Jatim dan Baznas Salurkan Bantuan RTLH dan Beasiswa

Sambut Ramadan, Pemprov Jatim dan Baznas Salurkan Bantuan RTLH dan Beasiswa

Rabu, 18 Feb 2026 13:11 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 13:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa dan berbagi kebahagiaan bersama 850 Bunda Ojek O…

Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah-Balai Desa di Pasuruan Rusak

Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah-Balai Desa di Pasuruan Rusak

Rabu, 18 Feb 2026 12:01 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Sebanyak puluhan bangunan di Pasuruan, Jawa Timur rusak diterjang angin kencang. Bangunan yang rusak termasuk balai desa.…

Jelang Bulan Puasa, Harga Daging Ayam di Pasar Lumajang Tembus Rp 40 Ribu per Kg

Jelang Bulan Puasa, Harga Daging Ayam di Pasar Lumajang Tembus Rp 40 Ribu per Kg

Rabu, 18 Feb 2026 11:55 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 11:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menjelang bulan puasa, sejumlah komoditas seperti harga daging ayam di Pasar Baru Lumajang melonjak hingga tembus Rp 40.000 per…

Heboh! Ayam hingga Buah di Menu MBG Jombang Disebut Tak Layak Konsumsi

Heboh! Ayam hingga Buah di Menu MBG Jombang Disebut Tak Layak Konsumsi

Rabu, 18 Feb 2026 11:46 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Baru-baru ini sempat viral di media sosial (medsos) melalui  Instagram @ingintauindonesia, yang menyebut jika menu makan bergizi …